BeritaEkonomi

Panen Meningkat di Paberasan Sumenep Dongkrak Stok Pangan Aman

Avatar
59
×

Panen Meningkat di Paberasan Sumenep Dongkrak Stok Pangan Aman

Sebarkan artikel ini
Panen Meningkat di Paberasan, Stok Pangan Aman
Ilustrasi. Hamparan Padi di Tengah Sawah

Mediapribumi.id, Sumenep — Produksi padi di Desa Paberasan, Kabupaten Sumenep, menunjukkan tren positif pada musim panen tahun ini. Peningkatan hasil tersebut tidak hanya berdampak pada naiknya pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketersediaan stok pangan di tingkat lokal.

Sekretaris Kelompok Tani Sumber Hasil 313 Desa Paberasan, Abdur Rahem, mengungkapkan bahwa hasil panen mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding musim sebelumnya.

“Alhamdulillah, hasil panen tahun ini meningkat. Biasanya satu petak lahan menghasilkan sekitar 15 karung, sekarang bisa mencapai 18 hingga 20 karung,” ujarnya, Sabtu (18/04/2026).

Ia menjelaskan, satu petak lahan atau yang dikenal dengan istilah “perlakgu” memiliki luas sekitar 1.250 meter persegi. Dengan peningkatan tersebut, petani merasakan tambahan pendapatan yang cukup berarti.

Selain produksi yang meningkat, harga gabah juga relatif stabil di kisaran Rp1,3 juta per kuintal. Kondisi ini memberikan kepastian bagi petani dalam menjual hasil panennya.

“Untuk harga, alhamdulillah masih stabil. Ini tentu membantu petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan,” katanya.

Menurut Abdur Rahem, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan program pemerintah, terutama dalam hal pendampingan oleh penyuluh pertanian lapangan. Petani secara rutin mendapatkan arahan terkait teknik budidaya, pemupukan, hingga pengendalian hama.

Namun, di balik peningkatan produksi tersebut, petani masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait distribusi pupuk bersubsidi yang belum merata.

“Kendala utama kami saat ini adalah pupuk. Tidak semua petani mendapatkan akses yang sama, terutama yang belum tergabung dalam kelompok tani,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif agar seluruh petani dapat merasakan manfaat program secara merata.

Di sisi lain, petani mulai merasakan manfaat dari penggunaan teknologi pertanian modern. Kehadiran alat mesin pertanian seperti combine harvester dinilai mampu menekan biaya panen secara signifikan.

“Dulu biaya panen bisa mencapai sekitar satu juta rupiah per petak, sekarang dengan alat mesin hanya sekitar 40 persen dari biaya tersebut,” jelasnya.

Selain itu, petani juga mendapatkan dukungan berupa bantuan bibit, pupuk, serta pelatihan penggunaan alat pertanian modern. Pendampingan intensif dari penyuluh dinilai sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas.

“Kami sering mendapat pelatihan dan pendampingan langsung di lapangan. Ini sangat membantu dalam meningkatkan hasil pertanian kami,” ujarnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep