Mediapribumi.id, Malang — Upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan berbasis praktik nyata dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Takakura & Ecobrick (Pengelolaan Sampah Organik dan Nonorganik)” yang diselenggarakan oleh mahasiswa S3 Pendidikan Biologi Offering B 2025 Universitas Negeri Malang (UM) di SMK Negeri 3 Malang, Jumat (10/04/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis kepada siswa dalam mengelola sampah organik dan nonorganik menjadi solusi berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 3 Malang, Ivalatul Latifah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen sekolah sebagai sekolah Adiwiyata yang menekankan pentingnya budaya peduli lingkungan.
“SMK Negeri 3 Malang telah berkomitmen sebagai sekolah Adiwiyata, sehingga kegiatan seperti ini sangat relevan untuk memperkuat program yang sudah berjalan. Kami ingin siswa tidak hanya memahami konsep lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan pendidikan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran maupun budaya sekolah. Menurutnya, kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu bentuk konkret dalam mendukung implementasi pendidikan berbasis lingkungan di sekolah.
Kegiatan pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai urgensi pengelolaan sampah, dilanjutkan dengan praktik pembuatan komposter Takakura untuk sampah organik, serta pembuatan ecobrick sebagai solusi pengelolaan sampah plastik. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam bentuk interaktif, sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dalam setiap prosesnya.
Dosen pembina kegiatan, Prof. Mimien Henie Irawati, dalam arahannya menekankan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa diabaikan.
“Kita semua adalah penghasil sampah, baik di rumah tangga maupun di sekolah. Karena itu, kita juga harus menjadi bagian dari solusi. Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Mimien juga memberikan apresiasi kepada SMK Negeri 3 Malang yang telah mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui program Adiwiyata. Ia menilai bahwa langkah tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Saya sangat mengapresiasi SMK Negeri 3 Malang sebagai sekolah Adiwiyata. Ini menunjukkan bahwa sekolah sudah memiliki komitmen kuat dalam menjaga lingkungan. Kegiatan seperti ini tinggal memperkuat dan mengoptimalkan apa yang sudah berjalan,” tambahnya.
Secara tidak langsung, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa secara signifikan. Pendekatan ini dinilai efektif karena siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mengalami langsung proses pembelajaran melalui kegiatan nyata .
Selain praktik, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan refleksi. Pada sesi ini, siswa diajak untuk memahami dampak sampah terhadap lingkungan serta pentingnya perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi berlangsung aktif, menunjukkan tingginya minat dan kesadaran siswa terhadap isu lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama serta pembagian doorprize bagi peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusias hingga akhir.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya sekolah, khususnya dalam mendukung program Adiwiyata dan pendidikan berkelanjutan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.













