Mediapribumi.id, Sumenep — Warga Pulau Saur, Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan layanan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 150 kWp off-grid milik PT PLN. Pasalnya, aliran listrik dinilai belum memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama pada malam hari.
Salah satu warga, Hulil, mengungkapkan bahwa listrik di Pulau Saur hanya menyala sekitar pukul 09.00 pagi hingga 20.00 malam, atau rata-rata 11 jam per hari. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat kepulauan yang justru lebih banyak beraktivitas pada malam hingga dini hari.
“seperti kemarin, pada saat sahur dan ibadah malam, justru listrik padam,” ujarnya.
Selain durasi nyala yang terbatas, warga juga menyoroti tidak adanya kejelasan jadwal resmi dari petugas PLTS. Ketidakpastian ini membuat masyarakat kesulitan mengatur aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan usaha dan kebutuhan rumah tangga.
Warga juga menilai kebijakan distribusi listrik belum tepat sasaran. Pasokan listrik yang diprioritaskan pada siang hari dianggap kurang relevan, mengingat mayoritas warga berprofesi sebagai nelayan dan petani yang lebih membutuhkan listrik pada malam hari.
Hulil meminta pengelola PLTS lebih transparan dalam menyampaikan jadwal aliran listrik, baik melalui pengeras suara masjid, papan pengumuman desa, maupun media sosial. Selain itu, mereka juga mendesak adanya evaluasi pola distribusi listrik agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Warga bahkan mengaku sempat mendatangi lokasi distribusi listrik PLTS Pulau Saur, namun tidak menemukan petugas yang berjaga.
“Kami tadi pagi datang ke lokasi distribusi listrik PLTS Pulau Saur, tapi tidak ada satu pun petugas yang berjaga,” kata Hulil.
Menanggapi keluhan tersebut, Pajrul Islami selaku teknisi yantex PLTS Pulau Saur menjelaskan bahwa operasional listrik sangat bergantung pada kapasitas baterai dan kondisi cuaca.
“Untuk mengoperasikan listrik, kami menyesuaikan dengan kapasitas baterai, tergantung cuaca. Jadi memang tidak bisa disamakan dengan PLTD,” jelasnya.
Ia menambahkan, total kapasitas listrik terpasang di Pulau Saur mencapai sekitar 490 kWh, dengan daya yang dapat disalurkan sekitar 450 kWh, atau lebih dari 50 persen ke pelanggan.
Menurutnya, durasi nyala listrik yang terbatas juga dipengaruhi oleh tingkat pemakaian pelanggan. Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi PLTS dalam keadaan aman dan tidak mengalami kerusakan.
“Terkait PLTS aman” imbuhnya, kepada media ini melalui pesan whatsApp. Jum’at (20/3/2026).
Disinggung soal jam kerja dan tidak ada yang bertugas di pos jaga, ia mengaku sedang tidak ada di pulau saur dan rekan kerja masih ada pekerjaan lain.
“Jika bertanya tentang libur, PLN tidak ada liburnya Pak. Jika ada keperluan yang akan disampaikan biar saya chat teman saya. Mungkin ada yang dia kerjakan makanya pulang,” tukasnya.













