BeritaSosial Budaya

SMP Muda Inovasi Malang Perkuat Dakwah Sekolah Lewat Kajian Ramadan

Avatar
191
×

SMP Muda Inovasi Malang Perkuat Dakwah Sekolah Lewat Kajian Ramadan

Sebarkan artikel ini
SMP Muda Inovasi Malang Perkuat Dakwah Sekolah Lewat Kajian Ramadan
Foto Bersama Usai Kajian Ramadan

Mediapribumi.id, Malang — SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang kembali meneguhkan komitmennya dalam membumikan nilai-nilai Islam Berkemajuan melalui kegiatan Kajian Ramadan Guru dan Karyawan, Rabu (04/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.20–14.45 WIB itu digelar di lingkungan sekolah dengan menghadirkan narasumber Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd., dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Malang.

Kajian bertema “Membumikan Risalah Islam Berkemajuan: Strategi Dakwah Sekolah yang Menyejukkan dan Inovatif” tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang, Supriyanto, S.Pd.I., M.Pd., dan dihadiri para wakil kepala sekolah, guru, serta karyawan.

Dalam sambutannya, Supriyanto menegaskan bahwa sekolah tidak sekadar menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang dakwah yang mencerdaskan dan menyejukkan.

“SMP Muda Inovasi harus menjadi representasi Islam Berkemajuan yang nyata. Bukan hanya dalam slogan, tetapi dalam sikap, pelayanan, dan budaya kerja kita sehari-hari,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa seluruh guru dan karyawan merupakan wajah Muhammadiyah di hadapan siswa dan wali murid. Karena itu, kualitas interaksi, etos kerja, serta keteladanan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. Husamah menyampaikan bahwa Risalah Islam Berkemajuan menuntut keberanian berinovasi tanpa meninggalkan nilai dasar Islam.

“Islam Berkemajuan adalah Islam yang mencerahkan, memajukan, dan memberikan solusi atas tantangan zaman. Sekolah Muhammadiyah harus menjadi pelopor dalam hal itu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, strategi dakwah sekolah yang menyejukkan dan inovatif dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membangun komunikasi empatik dengan siswa dan wali murid, menciptakan budaya kerja kolaboratif, serta menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan relevan.

Menurutnya, profesionalisme juga bagian dari dakwah. Guru dan tenaga kependidikan tidak cukup hanya baik secara personal, tetapi harus unggul dalam kompetensi. Pelayanan pendidikan yang berkualitas merupakan wujud nyata dari nilai ihsan dalam bekerja.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga sekolah menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri.

“Ramadhan adalah madrasah ruhani. Jika setelah Ramadhan kita tetap bekerja dengan semangat yang sama seperti sebelumnya, berarti kita belum sepenuhnya memetik hikmahnya,” ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung setelah pemaparan materi menunjukkan antusiasme peserta. Sejumlah guru mengajukan pertanyaan terkait strategi konkret membangun budaya sekolah yang konsisten dengan nilai Islam Berkemajuan.

Dr. Husamah menegaskan bahwa konsistensi lahir dari kepemimpinan yang memberi teladan dan sistem yang mendukung.

“Budaya tidak lahir dari satu atau dua orang, tetapi dari kebiasaan yang terus diulang dan diperkuat oleh seluruh warga sekolah,” katanya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep