Mediapribumi.id, Sumenep — Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan (LPMK) Sumenep, Suryadi, mempertanyakan realisasi janji penambahan mesin pembangkit untuk optimalisasi daya listrik PLN di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep.
Menurut Suryadi, komitmen tersebut disampaikan pimpinan UP PLN Madura saat audiensi bersama perwakilan LPMK di Pamekasan pada 26 November 2025. Pertemuan itu membahas persoalan listrik di wilayah kepulauan, khususnya Raas, yang kerap mengalami pemadaman.
“Pada waktu kami berkomunikasi dengan Ketua UP PLN Madura, salah satu kesepakatannya adalah akan ada penambahan mesin untuk optimalisasi daya di Raas,” ujar Suryadi, Kamis (20/02/2026).
Ia menjelaskan, komunikasi tersebut dilakukan menyusul banyaknya keluhan mahasiswa dan masyarakat terkait kondisi listrik di Pulau Raas yang sering mati atau padam, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Karena itu, LPMK kini menagih realisasi janji tersebut. Suryadi menegaskan, apabila komitmen itu tidak segera diwujudkan, pihaknya akan menempuh langkah konstitusional.
“Kami hari ini menagih janji itu. Jika memang tidak ada komitmen, maka kami menilai itu bentuk pengingkaran,” tegasnya.
Sementara, Manajer ULP PLN Kangean, Hairul Ismail menjelaskan, terkait penambahan mesin di Kepulauan Raas pihaknya sudah bersurat sebelumnya ke PLN Pamekasan dan di teruskan ke PLN Surabaya.
“Dan saat ini sedang dilakukan proses pengkajian oleh PLN Surabaya,” katanya melalui slauran telepon. Sabtu (21/02/2026).
Ia menuturkan, untuk penambahan mesin baru saat ini tidak sesuai dengan regulasi dan rencana strategisnya pemerintah pusat saat ini yakni energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Menurutnya, saat ini hal tersebut masih dalam proses koordinasi lanjutan bersama pihak internal PLN serta stakeholder terkait.
PLN, lanjut Hairul, terus melakukan langkah perbaikan dan evaluasi untuk memastikan layanan dapat kembali optimal. Pihaknya juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah agar setiap perkembangan dapat dipahami bersama.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat Pulau Raas. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf dan memohon pengertian serta dukungan seluruh pihak. PLN berkomitmen menuntaskan penanganan gangguan ini dan terus berkoordinasi agar solusi terbaik dapat segera terealisasi,” pungkasnya.













