BeritaEkonomi

Stok Bahan Pokok di Sumenep Aman Selama Bulan Ramadan

Avatar
213
×

Stok Bahan Pokok di Sumenep Aman Selama Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Stok Bahan Pokok di Sumenep Aman Selama Bulan Ramadan
Aktivitas Pedagang di Pasar Anom Baru Sumenep Beberapa Waktu Lalu. (Foto: Hardi)

Mediapribumi.id, Sumenep — Menjelang Bulan Ramadan 1447 Hijriah stok komoditas kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Sumenep diperkirakan aman hingga hari raya mendatang.

Wakil Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Madura, Muhammad Zaenal menjelaskan, mendekati Bulan Ramadan ini permintaan beras memang meningkat namun tidak signifikan.

“Selain itu, permintaan komoditas gula juga mengalami peningkatan yang sama dan juga permintaannya tidak signifikan,” jelasnya saat wawancara dengan RRI Sumenep, Senin (16/02/2026).

Sementara, untuk komoditas minyak goreng juga semakin meningkat, dan harganya di pasaran juga cukup tinggi. Sehingga, pihaknya menggelontorkan ke pasar tradisional untuk mencukupi permintaan dan mengendalikan lonjakan harga.

“Tahun 2026, pemerintah menugaskan ke Bulog untuk menyalurkan Minyakkita. Dari pabrik pun terus mengirim ke gudang kami,” imbuhnya.

Berdasarkan penghitungan pihak Bulog, menjelang Bulan Ramadan, stok beras yang tersedia sebanyak 1.500 ton. Sedangkan, minyak goreng tersedia sebanyak 200.000 liter.

Stok tersebut yang akan didistribusikan selama bulan puasa. Karena terus ditambah oleh pabrik diperkirakan stoknya cukup hingga lebaran nanti.

Untuk beras, saat ini sedang memasuki musim panen awal, sehingga bisa dilakukan penyerapan gabah oleh Bulog untuk menambah stok di gudang.

“Selain itu, kami juga mendapatkan kiriman stok untuk pemerataan dari gudang di wilayah Jawa Timur. Termasuk minyak goreng, dari pabrik juga terus megirim kepada kami,” tandasnya.

Lebih lanjut, Zaenal menerangkan untuk pendistribusiannya ia berkolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) termasuk untuk mengawasi dan memantau harga.

Namun, untuk wilayah kepulauan pihaknya mengaku dalam pendistribusian membutuhkan biaya operasional lebih karena masih membutuhkan transportasi laut. Hal ini berdampak terhadap harga eceran.

“Kami sudah ada jadwal bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk melakukan operasi pasar atau pasar murah sebagai upaya melakukan intervensi harga agar tidak melonjak signifikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kepala Bagian Perekonomian, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan, untuk memantau ketersediaan komoditas, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan monitoring secara langsung di Pasa Anom Baru beberapa waktu lalu.

Hal itu untuk memantau ketersediaan komoditas dan fluktuasi harga. Menurutnya, beberapa komoditas masih stabli, kecuali beberapa komoditas yang naik tapi tidak signifikan seperti cabai.

“Untuk komoditas cabai memang fluktuatif, salah satunya faktor cuaca. saat ini di Sumenep sedang cuaca ekstrem sehingga mempengaruhi harga dan distribusi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga itu, ia mengaku melakukan operasi pasar atau pasar pangan murah di beberapa titik.

“Walaupaun beberapa mengalami kenaikan, tapi stok masih aman selama Bulan Ramadan ini,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep