Mediapribumi.id, Sumenep – Banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Sumenep mendapatkan respon tajam dari berbkagai pihak, diantaranya Koalisi Perempuan Indonesia (KPI).
Ketua KPI Sumenep, Nunung Fitriyana meminta kepada pemerhati, aktivis, organisasi perempuan untuk mengawal setiap kasus kekerasan seksual baik terhadap an maupun terhadap perempuan.
Menurutnya, banyak kasus tersebut menimpa terhadap anak maupun perempuan yang notabene secara ekonomi menengah ke bawah. Sehingga harus dikawal hingga tuntas untuk mendapatkan keadilan.
“Beberapa peristiwan yang belakangan terjadi, korbannya banyak dari kalangan orang tidak punya,” kata Nunung dalam aksi damai Aliansi Masyarakat dan Aktivis Pelindung Perempuan dan Anak, di Mapolres Sumenep. Senin (29/12/2025).
Nunung juga menilai, saat ini pihak Kepolisian Resor (Polres) Sumenep khususnya dalam menangani kasus kekerasan seksual. Salah satu indikasinya ketika ada dugaan upaya kriminalisasi terhadap keluarga anak di bawah umur yang menjadi korban kekerasan seksual oleh pelaku dengan melaporkan penganiayaan ke Polres Sumenep, padahal saat pelaku dijemput dan diserahkan ke Polres sama sekali tidak ada luka dan memar bekas penganiayaan.
“Kami secara tegas meminta kepada Polres Sumenep untuk melakukan evaluasi guna memberikan keadilan kepada korban kekerasan seksual,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia juga meminta kepada Polres Sumenep untuk menindak secara tegas berdasarkan peraturan perundang-undangan terhadap pelaku dan tidak mengupayakan restorative juctice (RJ)atau keadilan restoratif.
“Kami mengapresiasi pihak Polres Sumenep yang dengan tegas menyatakan tidak ada damai atau ampunan bagi pelaku kekerasan seksual,” tuturnya.
Saat menemui aksi tersebut, Kanit Pidum Polres Sumenep, Aiptu Asmuni, menyatakan dukungan dengan tegas untuk menghukum pelaku kekerasan seksual untuk dihukum seberat-beratnya.
“Dan sama sekali tidak akan ada negosiasi maupun restorataive juctice,” tegasnya.













