BeritaPendidikan

Disdik Sumenep Fokus Tingkatkan SDM untuk Layanan Sekolah Inklusi, Ini Rekomendasi DPKS

Avatar
611
×

Disdik Sumenep Fokus Tingkatkan SDM untuk Layanan Sekolah Inklusi, Ini Rekomendasi DPKS

Sebarkan artikel ini
Disdik Sumenep Fokus Tingkatkan SDM untuk Layanan Sekolah Inklusi, Ini Rekomendasi DPKS
Kasi GTK SD, Disdik Sumenep, Budiyanto.

Mediapribumi.id, Sumenep — Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Sekolah Inklusi 2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, selain memberikan materi teori, 101 peserta juga langsung melakukan studi banding ke Kota Malang.

Hal itu dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan langsung dari lembaga pendidikan dan UPT Layanan Disabilitas Disdik dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak didik inklusi atau berkebutuhan khusus.

Kasi GTK SD, Disdik Sumenep, Budiyanto menjelaskan, di Kota Malang, anak berkebutuhan khusus memiliki guru pendamping khusus (shadow teacher).

Para peserta didik di sana mengikuti pembelajaran di kelas reguler dengan didampingi langsung oleh guru pendampingnya.

“Ini dampaknya cukup signifikan. Beberapa siswa yang didampingi sejak kelas 1 SD, di kelas 3 mengalami pertumbuhan dan perkembangan maksimal,” jelasnya. Kamis (04/12/2025).

Bahkan, ada siswa yang mendapatkan pendampingan sejak kelas 1, pada saat kelas 5 sudah dilepaskan dan masuk reguler karena sudah mandiri dan tidak lagi membutuhkan layanan inklusi.

Namun, menurutnya hal itu cukup sulit jika diterapkan di Kabupaten Sumenep saat ini, karena orang tua harus membayar secara mandiri termasuk psikolognya.

“Guru pendamping saat ini masih belum diakui di Dapodik, sehingga tidak bisa dicover dari dana lembaga,” imbuhnya.

Namun, Budi optimis dalam waktu yang akan datang hal itu bisa diterapkan di Sumenep setelah melakukan perencanaan dan persetujuan.

Saat ini, Disdik masih fokus peningkatan kompetensi terkait pelayanan anak inklusi tersebut.

“Mungkin nanti bisa disetujui, sehingga Disdik bisa memiliki UPT Layanan Inklusi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Amir Syarifuddin menilai sampai saat ini sekolah yang berada di bawah naungan Disdik Sumenep belum mampu melaksanakan sekolah inklusi.

“Kami sempat mendapatkan laporan di salah satu sekolah memiliki anak didik berkebutuhan khusus, namun, ditangani secara eksklusif dan membutuhkan biaya,” tuturnya.

Ia meminta pelayanan sekolah inklusi menyiapkan lembaganya terlebih dahulu, baru tenaga kependidikannya diberikan pelatihan.

“Pelatihan yang sudah dilaksanakan kemarin, harus disambut baik oleh seluruh bidang lain agar bisa sinergi dalam memberikan layanan pendidikan prima,” tegasnya.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Sekolah Inklusi 2025 ini dilaksanakan di Hotel Asmi sejak Senin (10/11/2025) hingga Kamis (13/11/2025) dan diikuti oleh 101 guru mulai dari TK, SD hingga SMP.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep