Berita

Finalis Duta Wicara Jawa Timur Paling Inspiratif: Jejak Perjuangan Maulana Tegar

Avatar
1150
×

Finalis Duta Wicara Jawa Timur Paling Inspiratif: Jejak Perjuangan Maulana Tegar

Sebarkan artikel ini
Finalis Duta Wicara Jawa Timur Paling Inspiratif: Jejak Perjuangan Maulana Tegar
Sosok Maulana Tegar, Peserta Duta Wicara Jawa Timur Nomor Urut 1

Mediapribumi.id, Kota Malang — Gelaran Duta Wicara Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan oleh HAMD Public Speaking dalam rangkaian HAMD Festival 2025 menghadirkan banyak finalis muda dari berbagai sekolah dan universitas ternama. Namun, di antara deretan peserta itu, ada satu sosok yang mencuri perhatian karena perjalanan hidupnya yang berbeda dari yang lain: Maulana Tegar, peserta dengan nomor urut 1.

Dari 99 persen finalis yang berasal dari institusi pendidikan formal, Tegar menjadi satu-satunya peserta dengan latar belakang sebagai buruh pabrik LPG, yang selama lima tahun bekerja dengan gaji di bawah UMR.

Di sisi lain, ia juga merupakan mahasiswa Universitas Terbuka Malang dan seorang kreator konten. Menariknya, ia tercatat sebagai finalis paling senior dengan usia 23 tahun.

Kesaksian tentang perjalanan Tegar disampaikan oleh teman masa kecilnya, William Ardianto, yang mengikuti perkembangan sahabatnya itu sejak kecil. William mengungkapkan bahwa hidup Tegar penuh liku sejak usia dini.

“Latar belakangnya sedikit kelam. Dia yatim piatu sejak umur 10 tahun dan tumbuh tanpa peran orang tua. Tapi siapa sangka sekarang dia bisa sampai di titik ini. Meskipun tidak mendapat gelar, saya salut sama dia,” ujar William. Selasa (25/11/2025).

William bercerita bahwa mereka berdua sama-sama pernah menjadi korban perundungan. Bedanya, William memilih pindah sekolah, sementara Tegar sempat mogok sekolah namun akhirnya kembali melanjutkan pendidikan.

“Tegar tumbuh tanpa orang tua yang ngajarin dia tentang semua hal. Dia belajar sendiri dari pengalaman,” tambahnya.

Keinginan Tegar untuk “terlihat keren di lingkungannya” membawanya masuk ke dunia konten digital. Pada 2016, ia mulai membuat kanal YouTube meskipun trafiknya tak berjalan mulus hingga 2021. Namun Tegar pantang menyerah. Ia terus belajar hingga kontennya semakin berkembang.

Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang hanya tinggal bersama kakek, nenek, dan tantenya, Tegar tetap berusaha mandiri. Ia membiayai kuliah dari hasil membuat konten dan menjadi ojek online.

Perjuangannya membuahkan hasil: Universitas Terbuka akhirnya memberikan beasiswa dan menjadikan Tegar sebagai talent konten UT Malang.

Puncaknya, Tegar menerima pesan undangan dari panitia HAMD Public Speaking untuk mengikuti ajang Duta Wicara Jawa Timur 2025. Bagi Tegar, panggung itu menjadi pengalaman besar pertamanya.

“Dia masih gugup dan memang belum dapat gelar juara, tapi saya yakin dia masih punya kesempatan,” tegas William.

Untuk diketahui, Grand Final Pemilihan Duta Wicara Jawa Timur 2025 yang digelar oleh HAMD Public Speaking dalam rangkaian HAMD Festival 2025, bertempat di Malang Creative Center (MCC). Minggu (23/11/2025).

Google News

Respon (5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep