Mediapribumi.id — Dalam perjalanan saya sebagai politisi muda asal Pulau Kangean, saya sering merenungkan fenomena anak muda hari ini. Kita hidup di zaman serba cepat, informasi datang setiap detik, berita menyebar hanya dengan sekali klik. Namun, yang memprihatinkan adalah munculnya generasi yang mudah terkejut atau generasi yang gampang kaget, mudah bereaksi tanpa memahami, dan cepat termakan isu tanpa tabayyun.
Generasi mudah terkejut biasanya mudah terseret arus. Begitu ada kabar buruk, langsung panik. Ada berita viral, langsung percaya. Ada kebijakan baru, langsung menolak tanpa mencari tahu manfaatnya. Padahal, sikap seperti itu tidak akan membangun masa depan, justru membuat kita rapuh menghadapi perubahan.
Sebagai anak muda Kangean, saya mengajak kita semua untuk menjadi generasi yang tangguh, bukan generasi yang reaktif. Jangan hanya jadi penonton yang kaget, tapi jadilah pelaku yang siap. Kita perlu membangun daya kritis, belajar memeriksa informasi, dan menyiapkan mental menghadapi dinamika zaman.
Kangean punya sejarah panjang tentang ketangguhan. Leluhur kita hidup di laut, berjuang melawan ombak, dan mampu bertahan di tanah perbatasan. Dari mereka kita belajar bahwa hidup bukan tentang terkejut menghadapi tantangan, tapi tentang bagaimana bertindak bijak dalam setiap kejadian.
Maka pesan saya sederhana: jangan jadi generasi yang mudah terkejut, tapi jadilah generasi yang siap menghadapi kejutan. Dengan begitu, kita bisa melahirkan karya, bukan sekadar komentar. Kita bisa menjadi harapan bangsa, bukan sekadar penonton zaman.
Catatan Wahyudi, Politisi Muda Asal Pulau Kangean













