BeritaPendidikan

Setelah Sempat Daring, Dua Sekolah di Sumenep Kini Kembali ke Pembelajaran Luring

Avatar
529
×

Setelah Sempat Daring, Dua Sekolah di Sumenep Kini Kembali ke Pembelajaran Luring

Sebarkan artikel ini
Setelah Sempat Daring, Dua Sekolah di Sumenep Kini Kembali ke Pembelajaran Luring
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Cabdin) Wilayah Sumenep, Budi Sulistyo.

Mediapribumi.id, Sumenep — Setelah sempat menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring pada 1 September 2025 lalu, SMAN 1 Sumenep dan SMKN 1 Sumenep kini telah kembali sepenuhnya ke sistem pembelajaran tatap muka.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Cabdin) Wilayah Sumenep, Budi Sulistyo, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi wilayah Sumenep yang dinilai aman dan kondusif.

“Pada tanggal 29 Agustus kami sudah membuat edaran bahwa KBM bisa dilakukan secara daring maupun luring sesuai kebutuhan sekolah. Namun, pada 1 September hanya dua sekolah yang sempat melaksanakan daring, yakni SMA Negeri 1 Sumenep dan SMK Negeri 1 Sumenep. Alhamdulillah, sejak 2 September seluruh sekolah kembali melaksanakan tatap muka,” ujar Budi, Senin (08/9/2025).

Menurut Budi, pelaksanaan pembelajaran tatap muka berjalan lancar tanpa kendala berarti. Berdasarkan sistem pelaporan harian dari wali kelas ke sekolah hingga masuk ke Cabdin, tingkat kehadiran siswa terpantau normal.

“Data dari 1 hingga 4 September menunjukkan hampir semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik. Misalnya, di SMA Negeri 1 Lenteng jumlah siswa 180 orang, dengan rincian 3 siswa izin, 5 sakit, dan tidak ada yang alfa. Begitu juga di sekolah swasta, data menunjukkan kehadiran relatif penuh,” jelasnya.

Terkait isu dugaan keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, Budi menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada siswa SMA di wilayah Sumenep yang terlibat.

“Alhamdulillah, tidak ada indikasi keterlibatan siswa SMA dalam aksi demo. Kami selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan intelijen untuk memastikan hal ini, karena masa depan anak-anak jangan sampai terganggu dengan hal-hal yang tidak semestinya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi mengimbau para kepala sekolah dan guru untuk terus memantau kondisi psikologis serta kebutuhan siswa. Ia menekankan pentingnya pembinaan karakter dan kegiatan positif untuk mencegah pengaruh buruk dari lingkungan.

“Kami sudah meminta agar sekolah rutin mengadakan kegiatan pembinaan, seperti apel atau upacara, yang juga melibatkan pembina dari kepolisian maupun TNI. Harapannya anak-anak lebih disiplin dan fokus pada pendidikan demi masa depan mereka,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep