Berita

YPSBK Madura Gelar Tasyakuran dan Doa Lintas Iman “Memperjuangkan Keadilan dan Persatuan Nasional”

Avatar
235
×

YPSBK Madura Gelar Tasyakuran dan Doa Lintas Iman “Memperjuangkan Keadilan dan Persatuan Nasional”

Sebarkan artikel ini
YPSBK Madura Gelar Tasyakuran dan Doa Lintas Iman Bertajuk “Memperjuangkan Keadilan dan Persatuan Nasional”
Darul Hasyim Fath, pembina YPSBK Madura, menyampaikan sambutan yang menggelegar.

Mediapribumi.id, Sumenep — Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura menggelar acara Tasyakuran dan Doa Lintas Iman bertajuk “Memperjuangkan Keadilan dan Persatuan Nasional”, Selasa, 5 Agustus 2025, di Café Tangan Sumenep.

Acara ini melibatkan tokoh lintas agama, seniman, budayawan, dan tokoh masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain KH. Fauzan, Romo Comdelis, serta penyair kawakan asal Madura, D. Zawawi Imron.

Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam merawat semangat kebangsaan dan kemanusiaan di tengah tantangan bangsa.

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh undangan, dilanjutkan dengan pembacaan Dedication of Life karya Bung Karno, sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat para pendiri bangsa.

Dalam sambutannya, Pembina YPSBK Madura, Darul Hasyim Fath, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kemerdekaan dan semangat kerakyatan. Ia menyebut bahwa perjuangan rakyat harus terus menyala demi mewujudkan janji kemanusiaan dalam republik.

“Kemerdekaan dan kerakyatan terus menyala. Tidak ada yang lebih tinggi dari kemanusiaan, dan itulah janji republik yang ditunaikan oleh Presiden kita, Prabowo Subianto,” tegas Darul.

Darul juga menyinggung keputusan Presiden Prabowo Subianto, yang memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto, yang menurutnya merupakan langkah strategis untuk menjunjung tinggi keadilan dan memperkuat persatuan nasional.

“Amnesti kepada Hasto diberikan atas nama keadilan dan persatuan nasional. Ini adalah ikatan janji republik yang menyemai Ibu Pertiwi,” ungkap politisi asal pulau masalembu itu.

Ia menambahkan bahwa menghormati hak prerogatif Presiden dalam memberikan amnesti merupakan bentuk nyata dari kepatuhan terhadap konstitusi UUD 1945, yang menjadi dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Momen paling mengharukan dalam acara ini adalah doa lintas iman. Perwakilan dari masing-masing agama menyalakan lilin sebagai simbol harapan, perdamaian, dan kekuatan spiritual dalam menjaga keutuhan bangsa.

Setelah doa bersama, dilakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan Partai Gerindra sebagai simbol dukungan terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas nasional.

Selain itu, acara ini juga diwarnai dengan kegiatan santunan kepada puluhan anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial dan keberpihakan terhadap kaum lemah. Momen ini menegaskan bahwa perjuangan kebangsaan harus menyentuh sisi-sisi kemanusiaan.

Kemudian, acara ditutup dengan Orasi Kebangsaan oleh D. Zawawi Imron. Dalam orasinya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat cinta tanah air dan menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam membangun Indonesia.

“Tidak ada bangsa yang kuat tanpa semangat cinta tanah air. Persatuan kita bukan hanya tugas negara, tapi juga tugas spiritual setiap anak bangsa,” ujarnya.

Zawawi Imron juga menekankan pentingnya peran tokoh lintas iman dalam mempererat solidaritas antarwarga. Menurutnya, keberagaman adalah modal sosial utama bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI.

Acara tasyakuran yang digagas YPSBK Madura ini menjadi ruang refleksi bersama, bahwa demokrasi, kemanusiaan, dan keadilan adalah fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep