BeritaPemerintahan

​Upaya Disnaker Sumenep Tekan Pengangguran Melalui Job Fair 2026 dan Inovasi Pelayanan Digital

Avatar
×

​Upaya Disnaker Sumenep Tekan Pengangguran Melalui Job Fair 2026 dan Inovasi Pelayanan Digital

Sebarkan artikel ini
​Upaya Disnaker Sumenep Tekan Pengangguran Melalui Job Fair 2026 dan Inovasi Pelayanan Digital
Sejumlah Pejabat Pemkab Sumenep Saat Mengunjungi Stand Sumenep Job Fair 2026. (Foto: Eko)

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mendorong kesejahteraan masyarakat dan menekan jumlah pengangguran.

​Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menghadirkan 3.114 lowongan pekerjaan dari 35 perusahaan di wilayah Jawa Timur melalui kegiatan Sumenep Job Fair 2026 di Gedung KORPRI, Rabu (23/09/2026).

​Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep, Eko Kurnia Mediantoro, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya telah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara umum.

​Kendati demikian, ia meminta para pencari kerja untuk mengikuti ketentuan perusahaan yang dilamar ketika sudah diterima, terutama terkait komitmen penyelesaian masa kerja dan jenjang karier.

​”Kita memang harus berproses dalam setiap pekerjaan. Pada awal bekerja, posisi biasanya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, dan banyak yang ditempatkan di lapangan,” katanya.

​Berdasarkan evaluasi pada Job Fair tahun sebelumnya, terdapat sejumlah pencari kerja yang mangkir saat panggilan wawancara (interview). Selain itu, ada pula yang mengundurkan diri di tengah jalan sebelum menyelesaikan masa kontrak, bahkan saat masih dalam masa training.

​”Semoga masyarakat berani mencoba berproses, karena memang banyak lowongan kerja di bagian lapangan,” tandasnya.

​Eko menuturkan, Sumenep Job Fair tahun 2025 lalu diikuti oleh sekitar 800 pencari kerja. Dari jumlah tersebut, serapan tenaga kerja yang berhasil mendapatkan penempatan mencapai sekitar 500 orang (lebih dari 50 persen).

​Ke depan, Disnaker Sumenep akan mengembangkan sistem informasi lowongan kerja berbasis aplikasi sehingga dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat. Untuk memperluas jangkauan informasi, Disnaker juga mengoptimalkan penggunaan media sosial Instagram secara rutin.

​”Kami akan terus melakukan pengembangan media sosial untuk memberikan informasi lowongan kerja kepada masyarakat,” tambahnya.

​Lebih lanjut, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas agar mendapatkan peluang kerja yang setara, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep Nomor 13 Tahun 2024.

​”Saat ini, Bupati Sumenep juga tengah menyiapkan pembentukan UPT untuk pelayanan penyandang disabilitas,” ujarnya.

​Sementara itu, Kepala Disnaker Sumenep, Mustangin, menegaskan bahwa Sumenep Job Fair 2026 ini menjadi jembatan langsung antara pencari kerja dan perusahaan.

​Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Pemkab Sumenep untuk menekan angka pengangguran. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku industri dapat terus meningkatkan serapan tenaga kerja.

​”Kami berkomitmen untuk menekan angka pengangguran terbuka,” tegasnya.

​Sebagai informasi, berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Kabupaten Sumenep pada tahun 2025 tercatat sebanyak 12.621 orang, dengan rincian 7.451 laki-laki dan 4.810 perempuan.

​Sementara itu, pada tahun 2026 angka pengangguran menurun menjadi 12.301 orang (terdiri atas 7.177 laki-laki dan 5.124 perempuan), dari total 748.058 angkatan kerja dan 167.069 bukan angkatan kerja.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *