BeritaKesehatanMigas

Sebelum Dikhitan, Tenaga Kesehatan Lakukan Skrining Ketat ke Anak-anak

Avatar
26
×

Sebelum Dikhitan, Tenaga Kesehatan Lakukan Skrining Ketat ke Anak-anak

Sebarkan artikel ini
Sebelum Dikhitan, Tenaga Kesehatan Lakukan Skrining Ketat ke Anak-anak
Salah Satu Peserta Khitan Massa Saat Berfoto Dengan Nakes.

Mediapribumi.id, Sumenep — Rangkaian pelaksanaan Program Khitanan Untuk Negeri 2026 di wilayah kepulauan Sumenep tidak dilakukan secara asal-asalan. Setiap anak yang akan menjalani khitan terlebih dahulu melalui proses skrining kesehatan oleh tenaga medis Puskesmas Pagerungan Besar.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Bakrie Amanah bersama Energi Mega Persada (EMP) dan Kangean Energy Indonesia (KEI) di empat titik wilayah kepulauan area operasi perusahaan menargetkan 195 anak di wilayah terpencil yang selama ini kerap terkendala akses layanan kesehatan.

Kegiatan dilaksanakan secara maraton mulai 6 hingga 9 Juli 2026. Rangkaian dimulai di Puskesmas Pagerungan Besar dengan target 55 anak, dilanjutkan ke Tanjung Kiaok dengan target serupa, kemudian Pagerungan Kecil dengan 55 anak, dan ditutup di Sadulang dengan target 30 anak.

Salah satu Tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Pagerungan Besar, H. Haidir, mengungkapkan bahwa dirinya diberi amanah untuk menjalankan pelaksanaan teknis khitanan dalam program tersebut.

“Saya yang diberikan amanah untuk menjalankan khitanan,” ujar Haidir.

Sebelum Dikhitan, Tenaga Kesehatan Lakukan Skrining Ketat ke Anak-anak
Foto Bersama Peserta Khitan Gratis Yayasan Bakrie Amanah.

Haidir menjelaskan, sebelum tindakan dilakukan, setiap anak wajib menjalani skrining kesehatan guna memastikan kondisinya benar-benar siap menerima tindakan khitan.

“Saat ini kami melakukan skrining kepada anak yang akan dilakukan khitan. Skrining ini untuk memastikan anak yang akan dikhitan bisa dilakukan atau tidak,” katanya.

Ia menambahkan, langkah skrining ini menjadi kunci untuk mencegah munculnya kendala kesehatan setelah tindakan dilakukan.

“Sehingga nanti setelah pelaksanaan, tidak ada faktor penyulit,” pungkas Haidir.

Proses skrining ini menjadi bagian dari standar prosedur medis yang diterapkan dalam program khitan massal.

Kepala Puskesmas Pagerungan Besar, Moh. Salim, menyebut penggunaan metode modern yakni laser atau cauter dalam program ini memberikan sejumlah keunggulan dibanding metode konvensional.

“Metode laser atau cauter ini keunggulannya tidak menimbulkan perdarahan, dan proses penyembuhannya juga lebih cepat dibandingkan metode konvensional,” kata Salim.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *