Cerpen

Perempuan yang Tumbuh dari Harapan

Avatar
93
×

Perempuan yang Tumbuh dari Harapan

Sebarkan artikel ini

Haaiii Namaku Risqiyah.
Aku terlahir sebagai anak perempuan pertama dari tiga bersaudara, seorang kakak yang tumbuh lebih dulu, belajar lebih awal tentang tanggung jawab, dan perlahan mengerti bahwa pundakku bukan hanya milikku sendiri, melainkan juga tempat adik-adikku bersandar. Di antara tawa dan lelah yang diam-diam kupeluk, aku berjalan sebagai anak sulung: menguatkan sebelum diminta, dan mencintai tanpa banyak suara.

Kini aku telah beranjak dewasa. Waktu terasa berjalan begitu sunyi seakan baru kemarin aku masih berada di pundak ayah, tertawa riang tanpa memikirkan arah. Namun hari ini, langkahku memikul tanggung jawab yang tak lagi ringan: terus tumbuh, terus belajar, menjadi anak yang mampu membuat mereka bangga; menjadi teladan bagi adik-adikku, bahkan kerap menjelma seperti ibu kedua bagi mereka.

Aku masih mengingat jelas kata-kata ibu yang terpatri dalam ingatan: bahwa aku adalah harapan yang mereka titipkan pada masa depan, anak yang diyakini mampu mengubah nasib keluarga, mengangkat derajat, dan menyalakan cahaya di jalan yang pernah terasa gelap. Kata-kata itu kini hidup di setiap langkahku, menjadi doa yang berjalan bersamaku, sekaligus beban yang kupeluk dengan cinta.”

“Dan di ujung setiap nasihat, ibu tak sekadar mengajariku cara bertahan, ia menanamkan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri. Dari tangannya aku belajar bahwa perempuan bukan hanya tentang kuat menahan luka, tetapi juga tentang berani bermimpi, melangkah, dan tetap berdiri meski dunia tak selalu ramah; sebab katanya, harga diri seorang anak perempuan lahir dari hatinya yang tak pernah menyerah.

Catatan: Risqiyah nf

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hybrid
Cerpen

Mediapribumi.id – Dunia metafora, kenyataan hanyalah stimulasi akal…

Hari Jadi Sumenep