Mediapribumi.id, Jakarta — Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong akselerasi pengembangan teknologi serta menciptakan iklim investasi yang aman dan menarik di sektor minyak dan gas bumi (Migas) non-konvensional guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kolaborasi (Collaboration Agreement) antara NuEnergy Gas Limited dan PT Beijing Energy Linking (PT BEL) yang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (08/01/2026).
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Peningkatan Produksi dan Lifting Migas, Nanang Abdul Manaf, yang mewakili Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi Coal Bed Methane (CBM) atau Gas Metana Batu Bara di Indonesia.
“Penandatanganan ini merupakan momentum lanjutan setelah pencapaian bersejarah pada 17 Desember 2025 melalui penandatanganan Gas Sales and Purchase Agreement (GSA) pertama CBM di Indonesia dengan nilai kontrak mencapai USD 200 juta,” ujar Nanang dikutip dari esdm.go.id.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah juga memastikan bahwa pengembangan CBM, khususnya di Blok Tanjung Enim, akan segera ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Penetapan ini diharapkan mampu memperkuat dukungan lintas sektor, mempercepat proses perizinan, serta mempermudah penggunaan lahan demi mengejar target produksi gas nasional sebesar 12 BSCFD pada tahun 2030.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis terbentuknya CBM Hub di Sumatera Selatan guna menjamin pasokan gas domestik yang berkelanjutan serta mendukung swasembada energi dalam kerangka transisi energi bersih,” jelasnya.
Sementara itu, Group Executive Chairman Globaltec Formation Berhad, Tan Sri Datuk Seri Panglima Goh Tian Chuan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia dan para mitra atas kepercayaan terhadap proyek gas lapisan batu bara di Tanah Air.
“Seperti proyek berskala besar lainnya, akuisisi lahan dan persetujuan lisensi merupakan aspek yang sangat krusial. Kami berharap Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus memberikan dukungan dan arahan agar proyek ini dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Nanang menegaskan, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas akan selalu terbuka untuk berdiskusi terkait tantangan teknis maupun regulasi di lapangan. Pemerintah berkomitmen menjaga agar investasi di sektor Migas non-konvensional tetap aman, menarik, dan berkelanjutan.
“Kehadiran kami menegaskan dukungan penuh Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan potensi sumber daya gas metana batu bara agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui penandatanganan Perjanjian Kolaborasi ini, Pemerintah berharap dapat mendorong peningkatan standar operasional sekaligus memberikan dampak ekonomi berganda, termasuk penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Sumatera Selatan.
“Kehadiran PT BEL yang didukung oleh BJEI dan Envision Group diharapkan membawa best practices melalui transfer teknologi pengeboran. Selain aspek teknis, kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi finansial untuk proyek-proyek CBM di masa mendatang,” tutup Nanang.













