Cerpen

Mencari Danakan di HIMPASS

Avatar
×

Mencari Danakan di HIMPASS

Sebarkan artikel ini
Mencari Danakan di HIMPASS

Mediapribumi.id – Delapan tahun bukan waktu yang sebentar. Di dalamnya ada banyak pertemuan, perdebatan, tawa, lelah, harapan, juga perpisahan. Ada nama-nama yang pernah berdiri di dalam satu barisan, kemudian melanjutkan perjalanan masing-masing. Ada gagasan yang pernah diperjuangkan bersama, ada pula cerita yang mungkin sampai hari ini belum selesai untuk diceritakan.

Delapan tahun Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (HIMPASS) barangkali, bukan sekadar hitungan usia sebuah organisasi. Ia adalah perjalanan.

Perjalanan anak-anak kepulauan yang datang dari pulau-pulau dengan membawa mimpi masing-masing, lalu dipertemukan oleh satu kesadaran: bahwa menjadi bagian dari Kepulauan Sapeken bukan hanya tentang dari mana kita berasal, tetapi tentang bagaimana kita menjaga rasa memiliki terhadap tanah kelahiran.

Di HIMPASS, kita belajar bahwa organisasi bukan tentang siapa yang paling hebat. Bukan pula tentang siapa yang paling lama bertahan. Lebih dari itu, organisasi adalah tempat kita belajar memahami perbedaan, merawat kebersamaan, dan menemukan orang-orang yang dalam bahasa sederhana kita sebut sebagai Danakan (Saudara).

Sebab kadang, saudara tidak selalu lahir dari satu rahim. Ia bisa lahir dari satu perjuangan.

Dari satu meja diskusi. Dari perjalanan yang panjang. Dari secangkir kopi setelah rapat. Dari perdebatan yang melelahkan. Bahkan dari perbedaan pandangan yang pada akhirnya mengajarkan kita arti kedewasaan. Mungkin itulah mengapa perjalanan HIMPASS tidak pernah benar-benar sederhana.

Kemudian, ada masa ketika semuanya terasa begitu dekat. Ada masa ketika jarak mulai tumbuh. Ada gagasan yang menemukan jalan, ada pula yang berhenti di tengah perjalanan. Dan hari ini, HIMPASS kembali berada dalam sebuah dinamika.

Dinamika yang mungkin belum selesai untuk diceritakan. Tetapi bukankah setiap organisasi memang memiliki ceritanya sendiri?

Tidak semua cerita harus berakhir dengan kemenangan. Tidak semua perbedaan harus berakhir dengan keseragaman. Sebab terkadang, justru dari ruang-ruang yang tidak selesai itulah kita belajar bahwa menjaga sebuah rumah bersama membutuhkan lebih dari sekadar keberanian untuk berbicara.

Ia membutuhkan kesediaan untuk mendengar. Membutuhkan kerendahan hati untuk memahami. Dan yang paling penting, membutuhkan kesadaran bahwa setelah semua perdebatan selesai, kita tetap berasal dari rumah yang sama.

Delapan tahun HIMPASS mengajarkan satu hal penting: organisasi boleh mengalami perubahan, kepemimpinan boleh berganti, gagasan boleh berkembang, dan dinamika boleh datang silih berganti. Namun jangan sampai satu hal ikut hilang: rasa persaudaraan.

Karena pada akhirnya, mungkin yang paling kita cari selama berada di HIMPASS bukan jabatan, bukan nama yang terpampang, dan bukan pula sekadar pengakuan. Kita sedang mencari Danakan.

Saudara yang bisa diajak berjalan ketika jalan terasa panjang. Saudara yang tetap mau duduk bersama ketika perbedaan sedang begitu lebar. Saudara yang tidak hanya hadir ketika keadaan baik-baik saja, tetapi juga ketika organisasi sedang mencari arah.

Barangkali delapan tahun adalah waktu untuk melihat kembali perjalanan itu. Bukan untuk menghitung siapa yang benar dan siapa yang salah. Bukan pula untuk membuka kembali cerita lama. Tetapi untuk bertanya kepada diri sendiri: Masihkah kita melihat satu sama lain sebagai Danakan?

Jika jawabannya masih ada, maka sesungguhnya HIMPASS belum kehilangan apa-apa. Sebab sebuah organisasi mungkin pernah kehilangan arah, mengalami perbedaan, bahkan menghadapi masa-masa yang sulit. Tetapi selama masih ada orang-orang yang bersedia menjaga persaudaraan, selalu ada jalan untuk pulang.

Teruslah menjadi ruang bagi anak-anak Kepulauan Sapeken untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan arti pengabdian. Dan jika suatu hari nanti kita menoleh kembali pada perjalanan panjang ini, semoga yang paling kita ingat bukan tentang siapa yang menang dalam sebuah perdebatan, melainkan tentang orang-orang yang pernah berjalan bersama.

Tentang tawa yang pernah dibagi. Tentang perjuangan yang pernah dilakukan. Dan tentang satu kata yang mungkin sederhana, tetapi memiliki makna yang begitu dalam.

Catatan: Fajrul, salah satu Danakan HIMPASS.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hybrid
Cerpen

Mediapribumi.id – Dunia metafora, kenyataan hanyalah stimulasi akal…