BeritaSosial Budaya

Mega Remmeng Bangkit! Legenda Musik Tong-Tong dari Legung Timur Kembali Guncang Sumenep

Avatar
1893
×

Mega Remmeng Bangkit! Legenda Musik Tong-Tong dari Legung Timur Kembali Guncang Sumenep

Sebarkan artikel ini
Mega Remmeng Bangkit! Legenda Musik Tong-Tong dari Legung Timur Kembali Guncang Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Setelah lebih dari satu dekade vakum dari panggung utama, grup musik tong-tong legendaris asal pesisir Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Mega Remmeng, akhirnya bangkit dan siap mengguncang bumi Sumenep. Mereka akan tampil memukau dalam ajang Festival Tong-Tong 2025, Sabtu malam, (18/10/2025).

Kembalinya Mega Remmeng bukan sekadar penampilan biasa, melainkan momen bersejarah yang menandai kebangkitan seni tradisi Madura dari pesisir timur. Dalam aksi perdananya setelah lama vakum, grup ini mengusung kembali simbol kejayaannya: “Kuda Terbang Arya Joko Tole”, atau yang dikenal sebagai Arya Kuda Panoleh — sosok legendaris Madura yang menjadi ikon utama mereka.

Dengan aransemen khas, tata cahaya unik, serta dominasi warna putih sebagai simbol kesucian manusia sejak lahir, Mega Remmeng ingin menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya megah secara visual, tapi juga kaya akan makna filosofis.

“Kemunculan Mega Remmeng ini untuk membangkitkan kembali jiwa seni anak muda pesisir. Kami ingin menunjukkan bahwa seni adalah bagian dari kehidupan, bukan sekadar hiburan,” jelas Huri, Ketua Mega Remmeng.

Jejak Emas di Dunia Tong-Tong

Didirikan pada tahun 2006, Mega Remmeng pernah menjadi kebanggaan masyarakat pesisir utara Sumenep. Mereka dikenal karena kemampuannya memadukan irama musik tradisional dengan semangat perjuangan dan filosofi Madura yang kuat.

Prestasi mereka pun tak main-main.

2007: Dekorasi Terbaik

2008: Dekorasi Terbaik & Aransemen Terbaik

2009: Juara Umum

2010: Aransemen Terbaik

2011: Dekorasi Terbaik (Bintang Tamu)

2012: Wakil Sumenep dalam Lomba Tari & Musik di Malang

2013: Undangan tampil sebagai bintang tamu Festival Tong-Tong ditolak karena bentrok jadwal, namun tetap tampil mewakili Sumenep di Tuban

Setelah itu, Mega Remmeng sempat vakum panjang dari 2014 hingga 2024. Meski begitu, semangat seni mereka tetap menyala melalui grup Kirmata, bahkan sempat menjuarai kompetisi musik lokal di Saronggi dan meraih Juara III di ajang PR Jawara Internasional Djaya di Pamekasan tahun 2024.

Regenerasi Penuh Semangat

Yang menarik, formasi Mega Remmeng 2025 kini didominasi generasi muda. Para pemain baru dari Legung Timur tampil membawa semangat segar dan energi baru untuk meneruskan warisan panjang para seniornya.

Sementara, Owner Makayasa, H. Supyadi menerangkan, dekorasi khas Mega Remmeng juga tetap mempertahankan nilai-nilai filosofisnya. Warna hitam-putih menggambarkan perjalanan manusia dari kesucian menuju ujian kehidupan, lalu kembali bersih di akhir hayat. Sementara mahkota berbentuk cakra menjadi simbol kendali diri dan cita-cita luhur manusia.

“Nama Mega Remmeng memiliki sejarah kuat yang tak lepas dari Kabupaten Sumenep. Dari sinilah akar kesenian Madura tumbuh dan berkembang,” teranganya.

Menurut Supyadi, kehadiran kembali Mega Remmeng adalah penanda penting bagi kebangkitan seni daerah.

“Mega Remmeng adalah ikon yang tak boleh hilang dari sejarah kesenian Sumenep,” tambahnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep