BeritaPemerintahan

Kepala DKPP Sumenep sebut Potensi Jagung jadi Komoditas Unggulan yang Perlu Dukungan Pasar

Avatar
1267
×

Kepala DKPP Sumenep sebut Potensi Jagung jadi Komoditas Unggulan yang Perlu Dukungan Pasar

Sebarkan artikel ini
Kepala DKPP Sumenep sebut Potensi Jagung jadi Komoditas Unggulan yang Perlu Dukungan Pasar
Chainur Rasyid, Kepala DKPP Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Potensi pertanian di Kabupaten Sumenep sangat besar, salah satunya jagung yang juga menjadi bagian dari tanaman pangan. Bahkan, di Kota Keris ini, ada varietas jagung lokal unggulan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Idham Halil menjelaskan, saat musim panen ini, berdasarkan pantauannya di Pasar Anom Sumenep, pada tanggal 14 dan 15 April 2025 harga jagung di pasar tersebut Rp. 8.000 per kilogram.

“Berdasarkan pantauan kami, harga jagung pipilan kering di Pasar Anom Rp. 8.000 per kilogram,” jelasnya kepada media ini. Rabu (16/04/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid menjelaskan, potensi jagung di Kabupaten Sumenep merata, baik Daratan maupun Kepulauan.

“Potensi jagung di Sumenep cukup merata dengan beragam karakteristiknya,” jelasnya kepada media ini. Selasa (22/04/2025).

Beragam jenis jagung tersebut diantaranya di Kecamatan Batuputih memiliki varietas jagung lokal, Kecamatan Lenteng memiliki varietas jagung hibrida, Kecamatan Guluk-Guluk juga memiliki varietas jagung hibrida.

Sedangkan di Kecamatan Bluto memiliki varietas lokal dan hibrida, dan di Kecamatan Pragaan juga memiliki varietas jagung lokal dan hibrida.

“Varietas jagung lokal di Kecamatan Batuputih termasuk jagung unggulan,” tambahnya.

Saat ini, harga jual jagung dari petani kepada pengepul kini berkisar antara Rp. 4.300 sampai 4.400 per kilogram, sementara, harga di Pasar Anom Rp. 8.000.

Inong sapaan akrab Chainur menjelaskan, DKPP Sumenep untuk meningkatkan kesejahteraan petani membuat inovasi berbasis digital yakni Aplikasi Silangtani Sumenep.

Melalui aplikasi ini, nantinya para petani bisa terhubung langsung dengan pembeli sebagai platform tempat pelelangan komoditas hasil pertanian, termasuk jagung.

Namun, kata Inong, saat ini aplikasi tersebut belum berjalan maksimal, karena pihak DKPP Sumenep masih tahap penjajakan pasar dan sudah mengunjungi beberapa pasar yang ada di Malang dan Surabaya untuk menjangkau para pembeli.

“Kami sudah melakukan MoU dengan beberapa pembeli, untuk menjadi mitra dalam aplikasi Silangtani,” tutupnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep