Berita

Ibu Hamil Ditandu di Kangean, Dul Siam Sebut Implikasi Ketimpangan Infrastruktur Kepulauan Sumenep

Avatar
18
×

Ibu Hamil Ditandu di Kangean, Dul Siam Sebut Implikasi Ketimpangan Infrastruktur Kepulauan Sumenep

Sebarkan artikel ini
Ibu Hamil Ditandu di Kangean H. Dul Siam Sebut Implikasi Ketimpangan Infrastruktur Kepulauan Sumenep
Wakil Ketua DPRD Sumenep, H. Dul Siam

Mediapribumi.id, Sumenep — Peristiwa memilukan seorang ibu hamil yang harus ditandu melewati jalan berlumpur dan medan terjal di wilayah menjadi sorotan serius. Kejadian ini dinilai sebagai bukti nyata masih timpangnya pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses jalan di kawasan kepulauan.

Wakil Ketua DPRD Sumenep, H. Dul Siam , menegaskan bahwa peristiwa tersebut seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera memprioritaskan pembangunan jalan poros desa.

“Ketimpangan infrastruktur di wilayah kepulauan seperti Kangean ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan,” ujarnya, Senin (27/04/2026).

Menurutnya, akses jalan bukan sekadar soal mobilitas, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan warga dan akses terhadap layanan dasar, termasuk kesehatan.

Ia menyebut beberapa ruas jalan yang kondisinya memprihatinkan, seperti jalur Sawah Sumur–Cangkraman dan Gelaman–Cellong, yang membutuhkan penanganan segera.

“Jalan poros antardesa adalah urat nadi masyarakat. Seharusnya menjadi prioritas pembangunan daerah,” tegas legislator asal Kepulauan Sapeken tersebut.

Ia menilai, kejadian tersebut mencerminkan belum meratanya pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep.

Dul Siam berharap kejadian ini menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan agar pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di wilayah kepulauan, tidak lagi terabaikan.

“Ini bukan sekadar soal jalan, tetapi menyangkut pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Harus ada langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Peristiwa ini sebelumnya viral di media sosial melalui video berdurasi sekitar 1 menit 29 detik. Dalam rekaman tersebut, seorang ibu hamil tampak ditandu menggunakan sarung yang diikat pada bambu, melewati jalur curam dengan kemiringan sekitar 80 derajat dan ketinggian mencapai kurang lebih 100 meter.

Ibu hamil tersebut diketahui bernama (25), warga Dusun Barat, Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan. Ia ditandu oleh warga pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.

Dalam video, terlihat beberapa warga turut mengawal dari belakang untuk memastikan keselamatan korban. Setelah berhasil melewati medan berat, korban kemudian dipindahkan ke kendaraan pikap untuk dibawa ke fasilitas kesehatan.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep