BeritaKesehatan

Hari ke-16 ORI Campak Rubela, Cakupan Imunisasi di Sumenep Tembus 79,4 Persen

Avatar
2701
×

Hari ke-16 ORI Campak Rubela, Cakupan Imunisasi di Sumenep Tembus 79,4 Persen

Sebarkan artikel ini
Capaian ORI Campak Rubela di Sumenep Tembus 94,7 Persen, Puskesmas Giligenting Raih Hasil Tertinggi

Mediapribumi.id, Sumenep — Upaya memutus rantai penularan campak terus digencarkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR). Hingga hari ke-16 pelaksanaan, Kamis (12/9/2025), cakupan imunisasi telah mencapai 79,4 persen dari total sasaran.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, mengungkapkan, dari 73.969 sasaran, sebanyak 58.730 anak telah berhasil diimunisasi. Rinciannya, kelompok usia 9–12 bulan dari 3.404 sasaran sudah diimunisasi 2.393 anak (70,3%), usia 12–47 bulan dari 31.237 sasaran tercapai 22.888 anak (73,3%), usia 4–6 tahun dari 26.308 sasaran berhasil 22.397 anak (85,1%), dan usia 7 tahun dari 13.020 sasaran sudah tercapai 11.052 anak (84,9%).

“Capaian tertinggi ada di Puskesmas Giligenting dengan cakupan 96,7 persen, sedangkan capaian terendah di Puskesmas Dungkek yang baru mencapai 39,9 persen. Ini jadi evaluasi bersama agar pelaksanaan ORI lebih merata,” ujar Ellya, Sabtu (16/9/2025).

Ia menegaskan, Dinkes P2KB Sumenep bersama 26 Puskesmas terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan hingga desa, untuk memperluas sosialisasi pentingnya imunisasi. Berbagai langkah strategis juga ditempuh, seperti menjamin ketersediaan vaksin, memperkuat logistik kesehatan, hingga menyiapkan ruang isolasi di fasilitas kesehatan bagi pasien campak.

Selain itu, penyuluhan kesehatan digencarkan dengan melibatkan tokoh masyarakat agar kesadaran kolektif semakin meningkat. Dinkes P2KB juga berkomitmen melakukan survei epidemiologi berkelanjutan dan analisis data kasus sebagai tindak lanjut pencegahan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tidak panik, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak. Partisipasi aktif masyarakat untuk patuh pada program imunisasi merupakan kunci keberhasilan menanggulangi wabah ini,” pungkas Ellya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep