BeritaWisata

Festival Ketupat Sumenep, Tradisi Lokal Jadi Daya Tarik Wisata dan Ekonomi

Avatar
863
×

Festival Ketupat Sumenep, Tradisi Lokal Jadi Daya Tarik Wisata dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Festival Ketupat Sumenep, Tradisi Lokal Jadi Daya Tarik Wisata dan Ekonomi
Suasana Festival Ketupat Pemkab Sumenep di Pantai Lombang. (Foto: Website Pemkab Sumenep)

Mediapribumi.id, Sumenep  Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar Festival Ketupat sebagai bagian dari komitmen mengangkat potensi budaya lokal untuk mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Acara yang berlangsung di Pantai Lombang, Kamis (26/03/2026) ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus sarana pelestarian tradisi.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, menyampaikan bahwa Festival Ketupat bukan sekadar tradisi tahunan pasca Hari Raya Idulfitri, melainkan memiliki nilai filosofis, sosial, dan ekonomi yang besar.

“Festival Ketupat harus kita jadikan sebagai event yang memiliki daya tarik wisata, sekaligus mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Tradisi dan Filosofi

Lebaran ketupat sejatinya mencerminkan semangat kebersamaan, rasa syukur, serta menjadi momentum mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat. Pemerintah berharap tradisi ini dapat dikemas lebih inovatif dan kreatif, tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas budaya masyarakat Sumenep.

“Kami mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan demi menjaga jati diri dan nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” tambah Ferdiansyah.

Daya Tarik Wisata dan Ekonomi

Festival Ketupat diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, baik lokal maupun luar daerah. Dengan kekayaan budaya dan tradisi yang masih terjaga, Sumenep memiliki peluang besar untuk menjadikan festival ini sebagai magnet pariwisata sekaligus penggerak ekonomi berbasis budaya.

Selain itu, festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai tradisi daerahnya, sehingga warisan budaya tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Kolaborasi Semua Pihak

Ferdiansyah menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, komunitas, pelaku usaha, hingga generasi muda, untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan budaya lokal.

“Melalui Festival Ketupat yang dikemas secara profesional dan berkelanjutan, mampu meningkatkan daya saing di sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep