Mediapribumi.id, Sumenep — Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, mengklaim penyelenggaraan Calendar of Event Sumenep 2025 berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Menurut Iksan, sejumlah event unggulan seperti Madura Culture Festival (MCF) dan Madura Night Vaganza mencatatkan dampak ekonomi yang cukup besar.
“Perhitungan kami, selama 10 hari pelaksanaan MCF dan Madura Night Vaganza, terjadi perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Bahkan untuk festival tong-tong, dampaknya bisa mencapai Rp1,5 miliar,” ungkapnya, Kamis (13/11/2025).
Melihat hasil positif tersebut, pihaknya akan meningkatkan pemerataan kegiatan di tahun 2026 mendatang dengan mewajibkan setiap kecamatan, baik di daratan maupun kepulauan, menyelenggarakan minimal dua kegiatan dalam satu tahun.
“Langkah ini untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat dan UMKM di seluruh wilayah, tidak hanya terpusat di kota Sumenep,” jelasnya.
Iksan juga menyebut, jika dua kegiatan di setiap kecamatan masih dirasa kurang, jumlahnya akan ditambah pada tahun berikutnya. Selain itu, penentuan lokasi kegiatan juga akan mempertimbangkan masukan berbagai pihak agar benar-benar mampu memantik aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Ia menegaskan, kritik terhadap penyelenggaraan event sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan konsep yang lebih merata dan berdampak langsung.
“Bupati terus mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah agar setiap kegiatan mampu menggerakkan ekonomi UMKM di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.













