BeritaPendidikan

Demo Mahasiswa UPI Sumenep, Ini Jawaban Rektor

Avatar
288
×

Demo Mahasiswa UPI Sumenep, Ini Jawaban Rektor

Sebarkan artikel ini
Demo Mahasiswa UPI Sumenep, Ini Jawaban Rektor
Rektor UPI Sumenep, Asmoni Saat Menerima Aspirasi BEM

Mediapribumi.id, Sumenep – Rektor Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Dr. Asmoni, menegaskan komitmen institusinya untuk terus mendampingi mahasiswa dalam menjalani proses akademik, meskipun di tengah berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan kampus.

Menanggapi polemik yang belakangan mencuat terkait sejumlah mahasiswa pendaftar beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang tidak lolos, Asmoni menjelaskan bahwa peran perguruan tinggi sebatas sebagai fasilitator dalam proses pengajuan bantuan pendidikan tersebut.

Sementara itu, penentuan kuota dan penetapan penerima sepenuhnya menjadi kewenangan penyelenggara program di tingkat pusat.

“Universitas hanya memfasilitasi pengajuan. Soal diterima atau tidak, itu bukan wewenang kami. Yang terpenting mahasiswa tetap fokus meningkatkan kualitas diri melalui perkuliahan,” ujarnya usai menemui aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di depan kampus, Kamis (29/01/2026).

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kampus tetap memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu sesuai dengan kemampuan institusi.

Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti berkuliah.

Asmoni menilai, terdapat banyak alternatif yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menopang biaya pendidikan, seperti bekerja paruh waktu, menulis, membuka les privat, maupun mengembangkan kegiatan produktif lainnya.

“Jalan menuju masa depan itu tidak hanya satu. Beasiswa bukan satu-satunya cara. Selama ada kemauan untuk belajar, Insya Allah selalu ada jalan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap mahasiswa penerima KIP Kuliah maupun beasiswa lainnya mampu memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal. Menurutnya, beasiswa seharusnya menjadi pemacu lahirnya prestasi, bukan sekadar fasilitas pendukung.

“Saya berharap penerima beasiswa bisa menunjukkan capaian, baik akademik maupun non-akademik. Jangan hanya menikmati bantuan, tetapi wujudkan dengan prestasi yang selaras dengan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar dana bantuan pendidikan digunakan secara bijak sesuai peruntukannya. Asmoni menekankan bahwa KIP Kuliah bertujuan untuk mendukung keberlangsungan studi, bukan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif.

Sementara, Ketua BEM UPI Sumenep, Moh. Nurul Hidayatullah menilai pihak Rektorat tidak memiliki komitmen untuk mengawal pengajuan beasiswa tersebut.

Menurutnya, semakin tahun jumlah yang tidak lolos semakin meningkat, namun pihak kampus sama sekali tidak memberikan klarifikasi dan penjelasan yang memadai.

“Sehingga mahasiswa khususnya angkatan 2025 kebingungan karena tidak ada penjelasan bahkan kepastian saat menunggu pengumuman,” tuturnya.

Selain itu, BEM juga menyoroti terkait minimnya tata kelola universitas yang baik salah satu indikasinya terkait perekrutan pegawai dan dosen di lingkungan kampus.

“Kami minta rektorat beserta seluruh jajarannya untuk memperbaiki tata kelola universitas secara menyeluruh,” tegasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep