Mediapribumi.id, Sumenep — Masyarakat dan generasi muda di sekitar kawasan Cagar Alam (CA) Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, mendapatkan edukasi penting mengenai pelestarian satwa terancam punah melalui kegiatan bertajuk Sosialisasi Pelestarian Satwa Terancam Punah di CA. Pulau Saobi, Selasa (29/7/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Madura Kepulauan, dalam rangka mendukung program Folu Net Sink 2030, dengan fokus utama pada pelestarian Burung Gosong Kaki Merah dan Rusa Timor. Dua satwa khas yang menjadi penghuni alami kawasan konservasi tersebut.
Ketua MMP Madura Kepulauan, Feri Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar masyarakat di sekitar kawasan cagar alam, dan generasi muda.
Menurut Feri, tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian satwa yang kini semakin terancam.
“Hari ini kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Saobi, dan besok akan dilanjutkan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Saobi. Kami ingin masyarakat, terutama anak-anak muda, memahami pentingnya menjaga satwa seperti burung gosong dan rusa timor sebagai bagian dari ekosistem dan identitas lokal,” jelas Feri, kepada mediapribumi.id, Selasa (29/7/2025).
Diketahui, bahwa CA. Pulau Saobi sendiri merupakan satu-satunya kawasan konservasi resmi di wilayah Pulau Madura dengan luas 436,826 hektare, yang dikelola oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur.
Kawasan ini menjadi habitat alami bagi Burung Gosong Kaki Merah (Megapodius reinwardt) dan Rusa Timor (Rusa timorensis), dua spesies yang kini semakin jarang dijumpai.

Sementara, Kepala Desa Saobi, Hosaini, menilai bahwa kegiatan tersebut sangat berdampak baik terhadap masyarakat di Desa.
“Karena dengan bekal sosialisasi, maka warga dan kami di desa bisa paham bagaimana strategi untuk ikut menjaga satwa,” katanya.
Tidak hanya itu, Hosai mengharapkan kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian aksi nyata pelestarian lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat di wilayah kepulauan.
Terlepas dari itu, Kades yang merupakan alumni Universitas Islam Malang (Unisma) ini, menyampaikan rasa bangganya atas perhatian yang diberikan terhadap kekayaan hayati desanya, terutama setelah Burung Gosong ditetapkan sebagai bagian dari maskot resmi Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757.
“Kami sebagai pemerintah Desa Saobi merasa bangga dan bersyukur karena burung gosong, yang merupakan satwa khas dan kebanggaan desa kami, kini telah diangkat menjadi maskot dalam logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep,” papar Hosaini dengan bangga.
Ia berharap, penetapan tersebut menjadi pemicu semangat bagi warga desa Saobi, untuk lebih aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Dengan ditetapkannya burung gosong sebagai maskot Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757, mari kita sebagai masyarakat Desa Saobi semakin sadar untuk menjaga dan melestarikan keberadaan satwa langka ini. Ini bukan hanya kebanggaan desa, tapi juga warisan penting untuk anak cucu kita ke depan,” tegasnya.













