Mediapribumi.id, Sumenep — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Lia Istifhama, S.Sos.I., M.E.I., atau yang akrab disapa Neng Lia, menggelar kegiatan reses di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (29/5/2025).
Bertempat di Myze Hotel Sumenep, kegiatan ini dihadiri perwakilan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep.
Dalam pertemuan tersebut, isu ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan menjadi sorotan utama.
Koordinator SMSI Madura Raya, Wahyudi menyampaikan keluhan masyarakat kepulauan yang merasa belum mendapatkan perhatian memadai dari pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pusat.
“Potensi Sumenep sangat besar, terutama di kepulauan. Tapi akses dan infrastrukturnya masih sangat tertinggal. Kami berharap pemerintah pusat, melalui DPD RI, bisa memberikan perhatian lebih,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Neng Lia menegaskan komitmennya sebagai wakil daerah untuk membawa aspirasi tersebut ke tingkat nasional. Menurutnya, ketimpangan ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus.
“Reses ini bukan sekadar agenda rutin, tapi momen penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Saya percaya sinergi antara media, masyarakat, dan wakil rakyat adalah kunci untuk mendorong pemerataan pembangunan,” jelas Neng Lia.
Ia juga menyampaikan, bahwa meski dirinya secara kelembagaan lebih fokus pada isu-isu sosial, pendidikan, dan pelayanan publik, namun aspirasi dari sektor mana pun tetap akan ia kawal dengan serius.
Sebagai bentuk nyata dari perjuangannya, Neng Lia membeberkan keberhasilannya dalam mendorong kejelasan jadwal pengangkatan CPNS dan PPPK tahun 2024. Semula sempat terjadi ketidakpastian, namun berkat desakan dan aspirasi dari berbagai daerah, pemerintah akhirnya menetapkan jadwal resmi.
“Alhamdulillah, sekarang sudah ada kepastian. CPNS dimulai 1 Oktober 2025, dan PPPK dijadwalkan 1 Maret 2026. Ini penting agar tidak ada kebingungan dan seluruh instansi bisa bersiap sejak awal,” jelasnya.
Keputusan ini, lanjut Neng Lia, sangat berarti bagi ribuan tenaga honorer yang selama ini hidup dalam ketidakpastian.
“Ini adalah kemenangan bersama. Ketika kita bersuara dalam satu frekuensi dan niat, insyaallah akan didengar. Saya akan terus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah pusat,” tegasnya.
Tak hanya menyerap aspirasi, kegiatan reses ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kolaborasi antara wakil rakyat dan insan media.
Diharapkan, sinergi ini mampu mempercepat realisasi pembangunan yang adil dan merata, terutama bagi masyarakat kepulauan yang selama ini merasa terpinggirkan.
“Media memiliki peran penting dalam menyuarakan keadilan pembangunan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa membuat perubahan nyata,” pungkas Neng Lia.













