BeritaPemerintahan

Pemkab Sumenep Targetkan Pembentukan Kopdes Merah Putih Rampung Awal Juli 2025

Avatar
956
×

Pemkab Sumenep Targetkan Pembentukan Kopdes Merah Putih Rampung Awal Juli 2025

Sebarkan artikel ini
Pemkab Sumenep Targetkan Pembentukan Kopdes Merah Putih Rampung Awal Juli 2025
Anwar Syahroni Yusuf, Kadis PMD Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menargetkan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa, termasuk wilayah kepulauan, rampung pada akhir Juni atau paling lambat awal Juli 2025.

Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan memberdayakan potensi ekonomi lokal melalui koperasi.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menyampaikan proses pembentukan koperasi dilakukan secara intensif dengan menurunkan tim pendamping ke desa-desa setiap harinya.

“Kalau semua berjalan lancar, Juni sudah selesai. Tapi kami siapkan tenggat terakhir di 4 Juli 2025. Setiap hari ada tujuh tim yang turun ke tujuh desa sesuai jadwal,” kata Anwar. Rabu (14/5/2025).

Dalam proses pembentukan Kopdes Merah Putih ini, DPMD juga kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Diskop UKM dan Perindag, Dinas Perikanan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

Menurut Anwar, kerja sama antar instansi dan partisipasi aktif masyarakat desa menjadi kunci keberhasilan program Kopdes Merah Putih ini.

Ia menjelaskan, program Kopdes Merah Putih merupakan arahan langsung dari Presiden RI dan kementerian terkait. Oleh karena itu, Pemkab Sumenep menegaskan  seluruh pemangku kepentingan wajib mendukung penuh pelaksanaannya.

“Pak Bupati sejak awal sudah menegaskan semua desa harus mendukung. Dan alhamdulillah, progresnya berjalan baik, termasuk di daerah kepulauan,” jelas Anwar.

Disamping itu, Anwar memaparkan, kopdes merah putih ini dirancang sebagai penggerak utama ekonomi desa berbasis potensi lokal, seperti sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Selain itu, pemerintah pusat dikabarkan akan memberikan dukungan anggaran sebesar Rp3 hingga Rp5 miliar untuk setiap koperasi, meskipun belum difinalisasi.

“Intinya akan ada support anggaran dari pemerintah pusat untuk koperasi yang dibentuk,” ungkapnya.

Anwar menegaskan, koperasi tidak boleh sekadar menjadi formalitas, melainkan benar-benar dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Nilai gotong royong dan solidaritas warga desa disebut sebagai fondasi utama keberhasilan program ini.

“Ini bukan hanya program, tapi pondasi ekonomi masa depan desa,” tukas Anwar.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep