Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan stok atau cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sumenep, baik daratan maupun kepulauan, dalam kondisi aman untuk tahun 2026.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan stok BBM.
“Kami secara intens terus melakukan komunikasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan stok BBM di Sumenep,” katanya, Senin (08/06/2026).
Menurutnya, ketersediaan stok BBM tidak hanya terjamin di wilayah daratan, tetapi juga di seluruh wilayah kepulauan selama satu tahun ke depan.
Selain memastikan kuota BBM, pihaknya juga mengoordinasikan kelancaran distribusi, khususnya ke wilayah kepulauan. Sebab, beberapa waktu lalu salah satu wilayah kepulauan sempat mengalami kelangkaan BBM, terutama jenis Pertalite.
“Kami pastikan saat ini tidak ada pengurangan kuota BBM untuk Sumenep sedikit pun,” tegasnya.
Diketahui, pada April 2026 lalu masyarakat di Kepulauan Sapeken sempat kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah aktivitas masyarakat terganggu, termasuk operasional perahu dan kendaraan bermotor yang menggunakan BBM jenis tersebut.
Kelangkaan itu sempat disampaikan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Sapeken kepada anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) setempat.
Saat itu, Dadang mengaku langsung meminta kepada Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) untuk mengawasi proses pendistribusian BBM.
“Kami sudah berkali-kali menyampaikan kepada camat agar menggandeng Forkopimka untuk mengawasi pendistribusian, bahkan sejak pengiriman ke SPBU setempat melalui kapal tanker Pertamina,” katanya, Selasa (21/04/2026).
Ia mengaku telah menerima laporan langsung dari masyarakat, termasuk terkait dugaan pelanggaran dalam proses distribusi BBM.
“Nanti kami akan mengirimkan surat resmi pendelegasian kewenangan kepada camat. Jika diperlukan, kami juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) pengawasan agar pendistribusiannya tepat sasaran,” tandasnya.













