Mediapribumi.id, Sumenep — Upaya menekan angka kematian ibu dan anak terus dilakukan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan. Salah satunya melalui inovasi “Jumpa Besti” yang digagas Puskesmas Pagerungan Besar
Program tersebut dilaksanakan pada Minggu (17/05/2026) dengan fokus melakukan kunjungan langsung ke rumah ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi.
Bidan Koordinator (Bikor) Puskesmas Pagerungan Besar, Yuliani menjelaskan, inovasi “Jumpa Besti” merupakan langkah preventif untuk mendeteksi secara dini kemungkinan komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan ibu maupun bayi.
“Melalui kunjungan rumah ini, kami ingin memastikan ibu hamil dengan risiko tinggi mendapatkan pemantauan rutin sehingga komplikasi bisa diketahui lebih awal,” ujarnya.
Ia menuturkan, deteksi dini sangat penting agar pasien dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dengan dukungan tenaga dokter kompeten apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kami berharap dengan pemantauan intensif ini, risiko kematian ibu dan anak dapat ditekan seminimal mungkin,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Pagerungan Besar menjalankan sejumlah program pendukung kesehatan ibu dan anak. Di antaranya melakukan kunjungan dan pemantauan ibu hamil risiko tinggi setiap satu minggu sekali.
Selain itu, pihak puskesmas juga rutin menggelar kelas ibu hamil sebanyak dua kali dalam sebulan sebagai sarana edukasi kesehatan bagi calon ibu.
Tidak hanya itu, tenaga kesehatan turut memberikan susu tambahan bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) guna membantu pemenuhan gizi selama masa kehamilan.
“Pemeriksaan kesehatan umum bagi ibu dan bayi juga terus kamu lakukan secara berkala untuk memastikan kondisi keduanya tetap sehat dan terpantau dengan baik,” tutupnya.













