Mediapribumi.id, Sumenep — Sebanyak 219 inovasi pelayanan publik telah lahir dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dalam membangun budaya inovasi di lingkungan birokrasi.
Kepala BRIDA Sumenep, Siswahyudi Bintoro, mengatakan inovasi tidak boleh berhenti hanya sebagai program formalitas, melainkan harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus melakukan pembaruan pelayanan agar mampu menjawab kebutuhan warga yang semakin dinamis.
“Jangan sampai pelayanan publik berjalan monoton. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan sesuai perkembangan zaman,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (19/05/2026).
Ia menjelaskan, BRIDA terus mendorong setiap OPD memiliki minimal satu inovasi unggulan yang benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari. Dengan begitu, keberadaan inovasi tidak hanya menjadi laporan administrasi, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dari ratusan inovasi yang telah tercatat, beberapa di antaranya bergerak di bidang pelayanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan. BRIDA pun berharap jumlah inovasi terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran OPD untuk menciptakan terobosan baru.
Tak hanya fokus di tingkat OPD, BRIDA juga menyiapkan langkah pengembangan inovasi hingga ke level kecamatan, puskesmas, dan perguruan tinggi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas kolaborasi sekaligus membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
“Kami ingin inovasi menjadi budaya kerja bersama. Ketika semua instansi memiliki inovasi yang berdampak, maka kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” pungkasnya.













