BeritaPendidikan

Hardiknas 2026, Cabdindik Jatim Wilayah Sumenep Soroti Peran AI dalam Pembelajaran

Avatar
23
×

Hardiknas 2026, Cabdindik Jatim Wilayah Sumenep Soroti Peran AI dalam Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Hardiknas 2026, Cabdindik Jatim Wilayah Sumenep Soroti Peran AI dalam Pembelajaran
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusly

Mediapribumi.id, Sumenep — Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 dimanfaatkan untuk merefleksikan peran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusly, menilai kehadiran teknologi tersebut tidak bisa dihindari, namun harus disikapi secara bijak.

Menurut Rusly, perkembangan AI telah membawa perubahan signifikan dalam metode pembelajaran. Berbagai platform digital seperti ChatGPT, Duolingo, hingga Khan Academy menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat membantu siswa belajar secara mandiri dan adaptif.

“Pada era sekarang, mau tidak mau kita telah diarahkan untuk menggunakan platform digital dalam pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Namun tentu ada batasannya agar karakter positif anak tetap terjaga,” ujar Rusly, Sabtu (02/05/2026).

Ia menjelaskan, pemanfaatan AI sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, terutama prinsip “Tut Wuri Handayani”, di mana teknologi dapat menjadi pendukung bagi siswa untuk berkembang mandiri, tanpa menggantikan peran guru sebagai teladan utama.

Rusly juga menyoroti manfaat AI dalam mendukung implementasi kurikulum Merdeka Belajar, seperti membantu personalisasi pembelajaran dan mengurangi beban administratif guru.

Namun di sisi lain, ia mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, mulai dari potensi ketergantungan siswa, risiko plagiarisme, hingga kesenjangan akses teknologi di daerah terpencil.

“Penggunaan gadget di kelas tetap harus dibatasi. Hanya digunakan saat pembelajaran yang memang memanfaatkan platform digital. Ini penting agar anak tidak kehilangan kontrol dan tetap memiliki karakter yang kuat,” tegasnya.

Ia menambahkan, peringatan Hardiknas 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat etika penggunaan AI dalam pendidikan. Guru dituntut untuk bertransformasi menjadi fasilitator, sementara pemerintah perlu memastikan pemerataan infrastruktur digital agar tidak terjadi kesenjangan akses.

Dengan pemanfaatan yang tepat, Rusly optimistis AI dapat menjadi mitra strategis dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

“AI bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk memperkuat peran kita dalam membangun kreativitas dan kemandirian peserta didik,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep