Berita

Warga Pulau Saur Keluhkan Jadwal Pemadaman Listrik, Minta PLN Lebih Transparan dan Serius Bekerja

Avatar
243
×

Warga Pulau Saur Keluhkan Jadwal Pemadaman Listrik, Minta PLN Lebih Transparan dan Serius Bekerja

Sebarkan artikel ini
Warga Pulau Saur Keluhkan Jadwal Pemadaman Listrik, Minta PLN Lebih Transparan dan Serius Bekerja
Potret warga pulau saur saat mati lampu dimalam hari.

Mediapribumi.id, Sumenep — Warga Pulau Saur, Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan ketidakjelasan jadwal pemadaman listrik yang dinilai merugikan aktivitas sehari-hari, terlebih di bulan Ramadan.

Berdasarkan keterangan warga, aliran listrik di wilayah tersebut umumnya menyala sekitar pukul 09.00 pagi dan kembali padam pada pukul 20.00 malam. Kondisi ini dinilai tidak ideal karena banyak kebutuhan masyarakat yang justru berlangsung di malam hingga dini hari.

Hulil, salah satu warga Pulau Saur, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan listrik yang dianggap tidak transparan. Ia menyebut, selama Ramadan, warga harus menjalani sahur dalam kondisi gelap gulita akibat padamnya listrik di malam hari.

“Dampaknya sangat terasa, terutama saat sahur. Kami harus beraktivitas dalam kondisi gelap. Selain itu, pelaku usaha seperti penjahit juga tidak bisa bekerja maksimal karena listrik padam,” ujarnya. Kamis (19/3/2026).

Keluhan serupa juga dirasakan warga lainnya yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada ketersediaan listrik. Mereka berharap ada kejelasan jadwal pemadaman agar dapat menyesuaikan waktu kerja dan aktivitas rumah tangga.

“Mestinya operator PLN pulau saur bijak dalam mengatur listrik, lebih baik dinyalakan maksimal pada malam hari. Dari pada siang hari,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer ULP Kep. Kangean
Hairul Ismail merespon, bahwa hal tersebut bukan pemadaman, akan tetapi kapasitas baterai ini terbatas untuk kondisi malam.

“Sehingga sebaiknya lebih di peruntukan ke penerangan saja tanpa menggunakan elektronik sehingga waktu nyala lebih lama,” katanya. Melalui pesan whatsApp saat dihubungi tim media ini. Kamis (19/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, untuk siang hari tergantung kondisi cuaca sinar matahari energi matahari yang ditangkap kemudian di salurkan ke pemakaian masyarakat.

“Jadi lebih lama waktu nyalanya di banding malam hari,” tuturnya.

Merespon, keluhan kabel yang diduga berpotensi mencelakakan pengendara sepeda motor di jalan raya desa, pihaknya meminta fakta untuk ditindak lanjuti.

“Untuk kabel yang berserakan mungkin bisa di fotokan pak semisal itu emang benar kabel PLN kami akan segera tindak lanjuti supaya aman,” tegasnya.

Meski demikian, Hairul meminta untuk dibicarakan dengan kepala Desa Saur Saebus, supaya terstruktur.

“Sebaiknya komunikasikan dengan pemangku desa, dengan pak Kades biar semua terstruktur dengan baik,” tukasnya.

Sebagai informasi, bahwa besok Jum’at 20 Maret 2026, berencana akan mendatangi PLN Pulau saur untuk melakukan audensi.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep