BeritaPendidikan

Gedung SMPN 2 Kalianget yang Rusak Diterjang Puting Beliung Akan diperbaiki Tahun 2026

Avatar
448
×

Gedung SMPN 2 Kalianget yang Rusak Diterjang Puting Beliung Akan diperbaiki Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Gedung SMPN 2 Kalianget yang Rusak Diterjang Puting Beliung Akan diperbaiki Tahun 2026
Tampak Depan Bangunan SMPN 2 Kalianget yang Rusak Akibat Angin. (Foto: Detik Kota)

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan akan segera memperbaiki bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kalianget yang rusak akibat bencana angin puting beliung pada Minggu (08/02/2026).

Bencana tersebut mengakibatkan atap serta sebagian bangunan sekolah ambruk. Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran akan mengganggu proses kegiatan belajar mengajar apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami’oeddin, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan bangunan sekolah tersebut.

“Jika kerusakan sekolah membuat siswa sampai tidak bisa masuk, Pemkab harus segera memperbaikinya. Jangan sampai pendidikan telantar akibat kerusakan tersebut,” ungkapnya, Selasa (10/02/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah dapat memanfaatkan dana darurat dalam APBD 2026 apabila kondisi kerusakan dinilai mendesak dan membutuhkan penanganan cepat.

“Namun jika masih ada ruangan yang bisa ditempati sementara, maka perbaikannya bisa dianggarkan melalui APBD Perubahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, memastikan bahwa perbaikan gedung SMPN 2 Kalianget sudah masuk dalam rencana dan akan diperbaiki melalui dana revitalisasi dari pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa sekolah itu telah dilakukan survei lapangan untuk memetakan tingkat kerusakan bangunan serta menghitung persentase kerusakan sebagai dasar perencanaan perbaikan.

“Sudah siap untuk diperbaiki. Insyaallah akan terealisasi tahun ini,” kata Iksan, Rabu (05/03/2026).

Menurutnya, bangunan yang ambruk tersebut sebelumnya memang sudah tidak difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga dampaknya tidak langsung mengganggu aktivitas siswa.

Namun setelah proses perbaikan selesai, pihaknya berencana meminta sekolah kembali memanfaatkan bangunan tersebut untuk menunjang kegiatan pendidikan.

“Nantinya setelah diperbaiki kami akan meminta pihak sekolah untuk memfungsikan kembali ruangan itu, misalnya dijadikan laboratorium,” jelasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep