Perspektif

Antara Rencana dan Harapan Mahasiswa Rantau

Avatar
180
×

Antara Rencana dan Harapan Mahasiswa Rantau

Sebarkan artikel ini
Antara Rencana dan Harapan Mahasiswa Rantau
Muhammad Zaky, Mahasiswa Prodi PGSD UPI Sumenep

Mediapribumi.id — Memilih menjadi mahasiswa rantau, bagiku, adalah keputusan yang bijak. Ia adalah keberanian meninggalkan rumah dan keluarga sejenak demi menjemput masa depan yang lebih cerah. Di dalam koper yang dibawa, bukan hanya pakaian dan buku yang tersimpan, tetapi juga rencana yang disusun dalam malam-malam hening, dimatangkan oleh logika, dan diteguhkan oleh langkah yang jelas.

Namun, di balik rencana itu, ada harapan yang lebih sunyi. Harapan orang tua yang menahan rindu dan tak banyak bicara, tetapi bekerja lebih keras agar anaknya tetap tersenyum dan bertahan di kota orang.

Menjadi mahasiswa rantau berarti hidup di dua dunia sekaligus. Di dunia akademik yang penuh target, tugas kuliah, organisasi, dan pertemanan. Juga di dunia kos yang mengajarkan keterampilan bertahan hidup, belajar memasak sendiri, mencuci sendiri, menjaga kesehatan sendiri, dan mengurus segala hal tanpa bergantung pada siapa pun.

Tak sedikit mahasiswa rantau yang harus kuliah sambil bekerja. Pagi hingga sore menghadiri kelas, malam hari melanjutkan pekerjaan. Bahkan ketika sakit sendirian, mereka masih mampu berkata, “Semua baik-baik saja kok, Bu.”

Tetapi harapanlah yang selalu menguatkan. Saat lelah datang dan sakit menyapa, harapan berbisik pelan bahwa semua ini tidak sia-sia. Bahwa setiap proses adalah investasi, dan setiap lelah adalah bagian dari perjalanan menuju masa depan.

Pada akhirnya, mahasiswa rantau bukan sekadar pencari gelar. Ia adalah pejuang jarak yang menukar kenyamanan dengan kesempatan, yang menanam air mata hari ini untuk memanen kebanggaan di esok hari.

Catatan: Muhammad Zaky, Mahasiswa UPI Sumenep.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep