Mediapribumi.id, Sumenep – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus digalakkan, namun, hingga saat ini masih ada beberapa desa yang belum dibangun karena tidak memiliki lahan di daerah strategis.
Salah satunya di Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, karena Tanah Kas Desa (TKD) yang dimiliki dinilai tidak strategis jika dijadikan sebagai gerai koperasi tersebut.
“Karena kami tidak mau membangun KDMP ini secara asal-asalan agar bisa benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Kepala Desa Tamidung, Abd. Basith. Minggu (08/02/2026).
Ia menargetkan, pembangunan ini akan ditempatkan di daerah yang strategis yakni di tengah-tengah desa agar bisa diakses oleh seluruh warga desa, dan nantinya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sedangkan lahan TKD yang ada di tengah-tengah desa atau di sekitar Balai Desa ukurannya tidak sesuai dengan spesifikasi luas bangunan.
Saat ini pihaknya masih berupaya untuk mendapatkan lahan tersebut, meskipun harus membeli ia menegaskan akan membeli jika ada tanah milik masyarakat yang mau di jual.
“Meskipun harus membeli, kami akan mengeluarkan uang pribadi dan nantinya akan dihibahkan kepada desa untuk dibangun KDMP ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Basith menuturkan meskipun koperasi sudah resmi berdiri, saat ini belum menjalankan aktivitas usaha karena tidak ada fasilitas khususnya infrastruktur yang bisa digunakan.
“Banyak teman-teman kepala desa juga menuturkan belum mendapatkan lahan di daerah strategis sehingga belum dibangun,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep menargetkan selesai pembangunannya pada bulan Maret 2026 sebanyak 136 desa.
Memasuki awal tahun 2026, sebanyak 99 desa yang sudah mulai dibangun baik di daratan maupun kepulauan. Selain itu, ada 20 desa yang belum memiliki TKD.
“Kalau desa memiliki uang bisa juga dengan membeli, atau tanah milik instansi pemerintah, serta bisa melalui hibah dari pribadi,” tuturnya.













