BeritaPendidikanWisata

Englisan Vol. 3 Hadirkan Pembelajaran Bahasa Inggris yang Menyenangkan di Tengah Pasar Sumenep

Avatar
643
×

Englisan Vol. 3 Hadirkan Pembelajaran Bahasa Inggris yang Menyenangkan di Tengah Pasar Sumenep

Sebarkan artikel ini
Englisan Vol. 3 Hadirkan Pembelajaran Bahasa Inggris yang Menyenangkan di Tengah Pasar Sumenep
Relawan PCVs Saat Memberikan Edukasi Kepada Peserta

Mediapribumi.id, Sumenep — Semangat belajar bahasa Inggris kembali menggelora di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Melalui program tahunan Englisan Vol. 3, para pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi berkumpul di Pasar Kebbun, Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, pada 6–7 Februari 2026 untuk mengikuti pembelajaran bahasa Inggris yang tak biasa: interaktif, menyenangkan, dan dilangsungkan di luar ruang kelas.

Berbeda dari metode konvensional, Englisan Vol. 3 mengusung pendekatan outdoor learning yang menempatkan peserta langsung dalam situasi komunikasi nyata.

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah kehadiran lima relawan dari Peace Corps Volunteers (PCVs) yakni Maria, Michelle, Sabrina, Joseph, dan Margaret.

Mereka tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga jembatan budaya yang memberikan pengalaman autentik berkomunikasi langsung dengan penutur asing.

Interaksi ini membuka wawasan peserta tentang pentingnya bahasa Inggris sebagai alat komunikasi global, sekaligus memperkaya pemahaman lintas budaya.

Englisan Vol. 3 Hadirkan Pembelajaran Bahasa Inggris yang Menyenangkan di Tengah Pasar Sumenep
Potret Para Peserta Saat Mengikuti Englisan Vol. 3 (Foto: Fajar)

Mereka diajak bermain permainan edukatif, melakukan simulasi percakapan sehari-hari, serta berkolaborasi dalam kelompok kecil. Semua dirancang untuk membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris secara alami dan kontekstual.

“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar bahasa Inggris itu tidak harus kaku atau menakutkan,” ujar Mohammad Nasrullah, Direktur Englisan Sumenep. Jumat (06/02/2026).

Menurutnya, dengan lingkungan yang santai dan aktivitas yang menyenangkan, anak-anak lebih terbuka, berani berbicara, dan akhirnya memahami bahwa bahasa ini bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan.

Ke depan, tim Englisan berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan antara komunitas lokal dan mitra internasional.

“Kami percaya, kualitas pendidikan bahasa Inggris di Sumenep dan sekitarnya bisa terus meningkat jika semua pihak baik guru, siswa, relawan, dan masyarakat saling mendukung,” tambah Nasrullah.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep