BeritaWisata

Tahun 2026 Pasar Kebbun Sumenep Siap Kembangkan Fasilitas dan Atraksi

Avatar
227
×

Tahun 2026 Pasar Kebbun Sumenep Siap Kembangkan Fasilitas dan Atraksi

Sebarkan artikel ini
Tahun 2026 Pasar Kebbun Sumenep Siap Kembangkan Fasilitas dan Atraksi
Salah Satu Lapak Pedagang di Pasar Kebbun, Saronggi, Sumenep.

Mediapribumi.id, Sumenep — Destinasi wisata Pasar Kebbun di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, terus berbenah dan menyiapkan langkah pengembangan berkelanjutan seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025.

Pengelola menilai, lonjakan pengunjung, terutama pada momen libur akhir tahun, menjadi sinyal kuat bahwa konsep wisata budaya yang diusung kian diminati masyarakat.

Berbeda dari pasar pada umumnya, Pasar Kebun Saroka menyuguhkan nuansa tempo dulu yang kental. Setiap Minggu pagi, pengunjung disambut pedagang yang mengenakan pakaian tradisional Madura, diiringi alunan musik gamelan yang menciptakan suasana hangat dan sarat nilai budaya.

Tak hanya itu, panggung hiburan rutin menghadirkan pertunjukan seni budaya Madura yang berganti setiap pekan, mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga pertunjukan rakyat. Konsep ini dinilai menjadi salah satu daya tarik utama yang membedakan Pasar Kebun Saroka dari destinasi wisata lainnya di Kabupaten Sumenep.

Dari sisi kuliner, Pasar Kebbun menawarkan beragam makanan tradisional yang kini mulai jarang dijumpai di pasar modern. Mulai dari Kocor Kuah, Lontong Sate dengan bumbu kacang khas Madura, Cindul, Katemel, Lanon, Pattola, hingga Geddeng Kolop atau pisang rebus khas Madura yang menghadirkan nuansa nostalgia bagi pengunjung.

“Pengalaman berkunjung ke pasar ini seolah membawa kembali kenangan masa kecil di kampung halaman. Ramahnya penjual, aroma makanan tradisional, dan suara gamelan di kejauhan menciptakan nuansa nostalgia yang sulit dilupakan,” ujar Fajar Siddiq, Owner Pasar Kebbun, Jumat (02/01/2026).

Keunikan lainnya terletak pada sistem transaksi. Pengunjung tidak menggunakan uang tunai secara langsung, melainkan menukarkan rupiah dengan koin khusus di loket yang tersedia. Koin tersebut menjadi alat tukar resmi di seluruh area pasar, sekaligus memperkuat kesan tradisional dan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak.

Seiring meningkatnya animo pengunjung—dengan total kunjungan tertinggi tercatat pada Desember 2025 mencapai 5.879 orang—pengelola kini mulai menyiapkan pengembangan fasilitas penunjang. Fokus pengembangan meliputi penataan lapak UMKM, peningkatan kebersihan, serta perbaikan area parkir demi kenyamanan pengunjung.

Selain penguatan infrastruktur, pengembangan juga diarahkan pada perluasan konsep wisata budaya melalui penambahan agenda tematik dan pertunjukan rutin agar Pasar Kebun Saroka tetap menarik sepanjang tahun, tidak hanya pada momen libur panjang.

Buka setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 hingga 14.00 WIB, Pasar Kebun Saroka tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja dan menikmati kuliner, tetapi juga sebagai ruang interaksi budaya yang edukatif dan berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumenep.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep