BeritaEkonomi

VCO Al-Mardho Produk Unggulan Warga Pagerungan Kecil, Diolah Sejak 2005 dan Tembus Pasar Luar Daerah

Avatar
798
×

VCO Al-Mardho Produk Unggulan Warga Pagerungan Kecil, Diolah Sejak 2005 dan Tembus Pasar Luar Daerah

Sebarkan artikel ini
VCO Al-Mardho Produk Unggulan Warga Pagerungan Kecil, Diolah Sejak 2005 dan Tembus Pasar Luar Daerah
Potret produk VCO Al-Mardho Desa Pagerungan Kecil, Sapeken, Sumenep.

Mediapribumi.id, Sumenep — Virgin Coconut Oil (VCO) Al-Mardho menjadi salah satu produk unggulan olahan tradisional warga Dusun Bondak, Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Produk minyak kelapa murni ini dikelola langsung oleh Ustaz Sahrullah dan telah diproduksi sejak tahun 2005 sebagai upaya memanfaatkan potensi alam sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Ustaz Sahrullah mengungkapkan, motivasi awal memproduksi VCO berangkat dari melimpahnya air kelapa di wilayah kepulauan Sapeken yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Ia ingin mengajak masyarakat kembali memanfaatkan bahan-bahan alami yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.

“Di pulau ini kelapa sangat melimpah. Kami ingin masyarakat kembali ke pemanfaatan yang alami, karena banyak manfaat kesehatannya,” ujarnya. Senin (29/12/2025)

VCO Al-Mardho diproduksi dari kelapa pilihan milik warga setempat dan diolah secara alami tanpa bahan kimia serta tanpa pemanasan bersuhu tinggi.

Metode tradisional tersebut diyakini mampu menjaga kualitas, aroma, rasa, dan kandungan alami minyak kelapa murni. Bahkan, kualitas VCO Al-Mardho disebut berbeda dan lebih baik dibandingkan produk sejenis lainnya, setelah sebelumnya dilakukan pengujian kualitas.

Dalam proses produksi, Ustaz Sahrullah mengolah sekitar 100 butir kelapa per hari. Dengan modal sekitar Rp500 ribu, hasil produksi dapat mencapai 20 botol VCO dengan nilai penjualan sekitar Rp800 ribu.

Sejak enam tahun terakhir, VCO Al-Mardho menjadi salah satu mitra binaan SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM). Dukungan KEI dinilai sangat membantu, baik melalui pendampingan maupun bantuan peralatan produksi.

“Setiap ada pertemuan kami selalu diundang. Bantuan peralatan juga sangat mendukung, mulai dari tabung fermentasi, botol, hingga stiker kemasan. Dulu kami masih menggunakan galon,” jelasnya.

Saat ini, distribusi penjualan VCO Al-Mardho tidak hanya terbatas di wilayah lokal, tetapi telah menjangkau sejumlah daerah di luar Madura, seperti Cirebon, Jombang, hingga Kalimantan.

Ke depan, Ustaz Sahrullah berharap ada perusahaan atau mitra usaha yang dapat menyerap produk VCO Al-Mardho dalam jumlah besar, sehingga produksi bisa ditingkatkan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Pagerungan Kecil.

“Mudah-mudahan ke depan ada perusahaan yang bisa mengambil produk ini dalam jumlah besar,” pungkasnya.

Google News

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep