Mediapribumi.id, Sumenep — SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melaksanakan kegiatan penghijauan di wilayah pesisir empat pulau di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini melibatkan pelajar, Karang Taruna Laskar Obor, Taruna Persada Desa Sadulang, serta komunitas Bina Muda Berkarya Pagerungan Kecil, sebagai bentuk gerakan bersama yang telah berjalan konsisten selama bertahun-tahun.
Aksi penanaman dilakukan secara bertahap di beberapa lokasi. Di Desa Pagerungan Besar, sebanyak 1.500 bibit pohon mangrove ditanam di kawasan pesisir pantai sebagai upaya menjaga ekosistem laut dan mencegah abrasi.
Sementara itu, di Pagerungan Kecil dilakukan penanaman pohon produktif, meliputi 500 bibit sukun, 100 bibit jambu air, dan 50 bibit mangga.
Adapun di Desa Sepanjang, kegiatan difokuskan pada misi mendukung ketahanan pangan masyarakat. Berbagai jenis bibit ditanam, di antaranya 100 pohon mente, 100 pohon pisang, 50 pohon mangga, 50 pohon jambu air, serta 50 pohon sukun. Selain itu, sebanyak 1.000 bibit mangrove juga ditanam di wilayah tersebut.
Sedangkan di Desa Sadulang, KEI bersama pelajar dan pemuda setempat menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir, sebagai lokasi pembibitan mangrove, karang taruna persada.
Salah satu guru SMA IPB Pagerungan Besar, Ady Arif, mengaku sangat senang dengan keterlibatan pelajar dalam kegiatan penanaman mangrove dan penghijauan pesisir. Menurutnya, langkah ini sangat membantu dunia pendidikan dalam menanamkan nilai konservasi dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Pelajar di sini mayoritas hidup dekat dengan pesisir. Kegiatan seperti ini sangat relevan dan memberi pengalaman nyata tentang pentingnya menjaga alam,” ujar Ady.
Ia berharap kegiatan yang rutin dilakukan SKK Migas–KEI setiap tahun ini terus dipertahankan dan tetap melibatkan pelajar serta pemuda.
Hal senada disampaikan Sintia, salah satu pengurus OSIS SMA IPB Pagerungan Besar. Ia mengaku senang dapat terlibat langsung dalam penanaman mangrove. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kebanggaan tersendiri sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
“Seru Pak, kami bisa kumpul bersama untuk melakukan hal positif, dan juga bisa peduli terhadap lingkungan dan ekosistem laut,” paparnya.
Melalui kolaborasi lintas elemen ini, KEI bersama masyarakat, pelajar, dan pemuda terus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan pangan di wilayah kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.













