Mediapribumi.id, Sumenep — Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan Ketua PCNU Sumenep, Kiai Pandji Taufik, mengenai isu kemiskinan dan kondisi lingkungan di Kabupaten Sumenep. Kritik tersebut disampaikan dalam Konferensi Cabang NU yang digelar di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Ahad (7/12/2025).
Dalam sambutannya, KH Imam Hasyim menjelaskan bahwa data kemiskinan yang dirujuk Kiai Pandji merupakan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024. Menurutnya, data tersebut belum dapat dijadikan tolak ukur atas kinerja pemerintah saat ini, mengingat pembaruan data akan mulai terlihat pada rentang 2026 hingga 2028.
“Kita lihat nanti,” ujarnya singkat, sembari menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus bekerja berdasarkan data yang valid dan terbarukan.
Wakil Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep sangat terbuka terhadap kritik, terutama yang bersifat membangun. Ia memandang kritik konstruktif sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan yang responsif dan akuntabel.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik. Kami justru membutuhkan kritik-kritik yang konstruktif, bukan kritik yang bersifat destruktif,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua PCNU Sumenep, Kiai Pandji Taufik, menyampaikan bahwa kondisi Sumenep tidak sedang baik-baik saja, terutama terkait persoalan lingkungan. Ia menyoroti aktivitas sejumlah pengusaha di kawasan pesisir yang dinilai kerap mengabaikan prinsip-prinsip Amdal secara substantif.
“Secara administratif mungkin ada Amdalnya, tetapi prosesnya sering kali minim partisipasi masyarakat. Ini menjadi kegelisahan kita bersama,” ujar Kiai Pandji.
Selain isu lingkungan, Kiai Pandji juga menyoroti angka kemiskinan Sumenep yang masih menempati posisi ketiga tertinggi di Jawa Timur, meski daerah tersebut kerap digambarkan sebagai wilayah yang kaya sumber daya. Ia turut menyinggung kegiatan pengeboran minyak yang dinilai belum memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.













