Berita

Helmi Art Museum Peringati 20 Tahun Pengakuan Keris sebagai Warisan Budaya UNESCO

Avatar
256
×

Helmi Art Museum Peringati 20 Tahun Pengakuan Keris sebagai Warisan Budaya UNESCO

Sebarkan artikel ini
Helmi Art Museum Peringati 20 Tahun Pengakuan Keris sebagai Warisan Budaya UNESCO

Mediapribumi.id, Sumenep — Sebuah malam penuh nilai budaya dan sejarah tersaji di Helmi Art Museum Sumenep, Kecamatan Bluto, Selasa (25/11/25). Museum yang menjadi salah satu pusat pelestarian Tosan Aji Nusantara itu menggelar peringatan 20 tahun penetapan keris sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah, dihadiri para pemerhati budaya, seniman, pecinta keris, serta tokoh penting daerah. Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, turut hadir dan menyampaikan apresiasi kepada Helmi Art Museum atas kontribusinya dalam merawat identitas budaya keris dan tombak khas Sumenep.

Keris sebagai “Jiwa Kabupaten Sumenep”

Pemilik museum, Helmi, menegaskan bahwa peringatan ini bukanlah sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat posisi keris sebagai simbol peradaban Sumenep.

“Keris bukan hanya artefak atau simbol daerah. Keris adalah jiwa. Bila keris benar-benar menjadi Jiwa Kabupaten Sumenep, maka ia harus mampu memberi manfaat, kemakmuran, dan kebanggaan bagi masyarakat,” ujar Helmi, Rabu (26/11/25).

Helmi, yang lahir di Sumenep pada 1980, dikenal sebagai sosok visioner yang tumbuh melalui berbagai kesulitan hidup. Minatnya pada keris berakar dari ajaran sang kakek, seorang veteran perang kemerdekaan yang mewariskan nilai perjuangan, filosofi Tosan Aji, dan spiritualitas Madura.

Dari ketertarikan tersebut, Helmi kemudian berkembang menjadi salah satu figur berpengaruh dalam gerakan pelestarian Tosan Aji Nusantara. Namanya dikenal luas hingga ke lingkaran kolektor dan pecinta keris nasional.

Perjalanan Lima Tahun Mendirikan Museum

Perjalanan panjang Helmi berbuah pada pembangunan Helmi Art Museum Sumenep pada 2021 di Dusun Pandeman, Desa Sera Barat, Bluto. Ia mengumpulkan puluhan artefak keris dan tombak, dengan fokus pada pelestarian nilai filosofis, artistik, dan kesejarahan.

Setelah proses kurasi dan pembangunan yang berlangsung hampir lima tahun, museum tersebut diresmikan pada 30 Januari 2025 oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Sejak itu, museum ini menjadi pusat literasi keris di Indonesia, sekaligus destinasi edukatif bagi kolektor, peneliti, hingga wisatawan.

Momentum Penguatan Identitas Budaya Sumenep

Peringatan 20 tahun pengakuan UNESCO ini dipandang sebagai momentum penting bagi Sumenep untuk menegaskan jati dirinya sebagai salah satu pusat peradaban keris Nusantara.

Lewat museum ini, Helmi berharap generasi muda semakin memahami bahwa keris bukan sekadar pusaka, melainkan sumber nilai, filosofi, dan harmoni kehidupan.

Acara ditutup dengan pertunjukan seni tradisi, dialog budaya, serta pameran keris dan tombak langka dari koleksi museum.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep