BeritaEkonomi

Komisi II DPRD Sumenep Minta DKPP Kembangkan Bawang Merah Varietas Rubaru ke Wilayah Baru

Avatar
1463
×

Komisi II DPRD Sumenep Minta DKPP Kembangkan Bawang Merah Varietas Rubaru ke Wilayah Baru

Sebarkan artikel ini
Komisi II DPRD Sumenep Minta DKPP Kembangkan Bawang Merah Varietas Rubaru ke Wilayah Baru
Bawang Merah Varietas Rubaru

Mediapribumi.id, Sumenep — Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep dorong perluasan tanaman bawang merah utamanya varietas Rubaru yang menjadi produk unggulan.

Hal itu perlu dilakukan melalui penelitian terhadap keadaan tanahnya untuk kecocokan bibit serta potensi cuaca.

“Agar tidak hanya fokus di satu daerah saja. Sehingga bisa meningkatkan produksi baik secara kualitas dan kuantitas,” terang Ketua Komisi II DPRD Sumenep, H. Faisal Muhlis saat ditemui di Kantornya. Selasa (28/10/2025).

Pihaknya mengaku, hal itu sudah dilakukan pembahasa sebelumnya bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep. Menurutnya, keterbatasan bibit juga harus dirumuskan solusinya agar nantinya tersedia.

Selain itu, pihaknya meminta DKPP Sumenep untuk merumuskan perencanaan dan target produksi setiap tahun secara matang.

“Harus ada target dengan angka yang jelas. Karena, konsepnya jika tahun ini sama dengan sebelumnya, apalagi berkurang hal itu bisa disebut rugi,” imbuhnya.

Jika menurun produksinya, juga harus dicari penyebab dan dirumuskan solusinya. Sehingga, produk unggulan tersebut bisa semakin meningkat.

Sebelumnya, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid menerangkan, lima tahun terkahir, produksi bawang merah di Kabupaten Sumenep semakin meningkat. Terbaru, dari Januari hingga September 2025 total produksi mencapai 13.552,8 ton.

Sejak tahun 2020, produksi terus meningkat dari 6.876,1 ton, pada tahun 2021 menjadi 11,945,9 ton, 2022 menurun menjadi 11.553,4 ton, 2023 naik menjadi 14.377 ton. Pada tahun 2024, meningkat kembali menjadi 14.442,2 ton.

“Beberapa faktor yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas produksi tersebut, diantaranya cuaca, hama, harga di pasaran, alih komoditas dan kebijakan pemerintah seperti Bantuan Pemerintah (Bapem),” terangnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep