Berita

Audiensi di DPRD Sumenep: AMS Desak Dewan Tuntaskan Kasus Campak dan Politisasi Pejabat Publik

Avatar
221
×

Audiensi di DPRD Sumenep: AMS Desak Dewan Tuntaskan Kasus Campak dan Politisasi Pejabat Publik

Sebarkan artikel ini
Audiensi di DPRD Sumenep: AMS Desak Dewan Tuntaskan Kasus Campak dan Politisasi Pejabat Publik
Audensi aktivis AMS dengan DPRD Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) melakukan audiensi ke kantor DPRD Sumenep. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat DPRD lantai II, dihadiri sekira 18 anggota dewan, termasuk pimpinan fraksi, unsur ketua, dan wakil ketua DPRD Sumenep. Selasa (02/09/2025).

Koordinator AMS, Ardianta Alzi Candra, menegaskan bahwa AMS datang membawa aspirasi rakyat, baik terkait persoalan lokal maupun isu nasional. Ia menyoroti keresahan publik akibat praktik politisasi oleh pejabat publik yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

“Kami datang bukan untuk gaduh, tapi menyampaikan suara rakyat. Wakil rakyat seharusnya hadir menjawab persoalan, bukan menghindar,” tegas Ardi dalam penyampaiannya.

Dalam audiensi tersebut, AMS menyoroti kasus luar biasa, yakni campak di Kabupaten Sumenep yang disebut telah menewaskan sekitar 20 anak. Ardi menyampaikan kritik keras terhadap DPRD yang dinilai abai terhadap tragedi kemanusiaan ini.

“Kalau itu anak bapak dan ibu sendiri, pasti marah dan kasihan. Tapi mengapa tidak ada satu pun dewan yang berani bicara atau memanggil Dinas Kesehatan? Di mana fungsi dan tanggung jawab sosial DPRD? Ini bola liar yang harus segera dijawab, jangan dibiarkan jadi bara api,” ujarnya dengan nada tegas.

AMS juga menuntut agar keempat pimpinan DPRD Sumenep hadir langsung dalam forum audiensi. Menurut mereka, pertemuan bersama perwakilan fraksi saja belum cukup untuk memberikan kepastian terhadap aspirasi masyarakat.

Menanggapi desakan AMS, Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi, menegaskan bahwa persoalan campak sudah mendapatkan perhatian serius dari DPRD melalui Komisi IV.

“Itu sudah ditindaklanjuti oleh Komisi IV DPRD Sumenep. Saat ini program imunisasi campak tengah dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.

Indra juga membantah tudingan bahwa pimpinan DPRD sengaja menghindari audiensi. Menurutnya, ketidakhadiran seluruh pimpinan bukan karena menolak bertemu, melainkan akibat pembagian tugas.

“Sebelumnya para pimpinan bukan tidak mau menghadiri audiensi dari teman-teman AMS, namun kami bagi dua. Saya dan satu pimpinan ke sini, sementara dua pimpinan lainnya menghadiri rapat lain mengenai Komisi Informasi,” terangnya.

Sementara itu, pantauan di lokasi menunjukkan aparat kepolisian berjaga ketat untuk mengamankan jalannya audiensi. Sebelumnya, AMS sempat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sumenep pada Sabtu (30/08/2025) sore, yang berlangsung hingga malam hari.

Kini, meskipun awalnya direncanakan sebagai demonstrasi, forum akhirnya beralih menjadi audiensi terbuka antara AMS dan para wakil rakyat.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep