Berita

BEM Universitas Wiraraja Madura Gelar Aksi: Tuntut DPR dan DPRD Sumenep Gerak Cepat

Avatar
304
×

BEM Universitas Wiraraja Madura Gelar Aksi: Tuntut DPR dan DPRD Sumenep Gerak Cepat

Sebarkan artikel ini
BEM Universitas Wiraraja Gelar Aksi Besar-Besaran, Tuntut DPR dan DPRD Sumenep Respon Cepat
Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menemui massa aksi BEM Unija Madura.

Mediapribumi.id, Sumenep — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wiraraja Madura menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumenep, Minggu (31/8/2025).

Aksi ini dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa, Abdurrahman Saleh, sebagai bentuk seruan moral atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia, pembungkaman suara rakyat, serta kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah pusat dan DPR.

Aksi ini merupakan respons atas tragedi pada 28 Agustus 2025, yang menewaskan Affan Kurniawan, seorang driver ojek online, dalam bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Peristiwa tersebut memicu kemarahan publik dan meningkatkan eskalasi tuntutan mahasiswa terhadap DPR, DPRD, dan aparat penegak hukum.

Presiden BEM Universitas Wiraraja, Abdurrahman Saleh, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bentuk solidaritas, melainkan panggilan moral atas berbagai persoalan bangsa.

“Kami hadir di sini untuk menolak kebijakan yang tidak pro-rakyat, menolak pembungkaman suara, dan menuntut keadilan. Kenaikan eskalasi tunjangan DPR ini terlalu tinggi, sementara banyak persoalan mendasar seperti pendidikan dan kesehatan masih terabaikan,” tegas Abdurrahman di sela-sela aksi.

Dalam aksinya, BEM Universitas Wiraraja membawa empat isu utama yang menjadi sorotan publik:

1. Menolak kenaikan eskalasi tunjangan DPR.

2. Mendesak DPRD Sumenep mengusulkan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.

3. Meminta DPRD membuka ruang demokrasi dan menjamin kebebasan berpendapat.

4. Meminta DPRD Sumenep menekan pemerintah pusat agar menindak tegas oknum polisi yang menyebabkan kematian Affan Kurniawan.

Saat menemui massa aksi, Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arfin, merespons aksi tersebut dengan menyatakan siap menampung dan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat.

“Kami akan mengawal semua aspirasi yang disampaikan. Paling lambat Rabu depan, tuntutan ini akan kami sampaikan ke DPR RI dan kementerian terkait,” tegas Zainal.

Aksi berjalan kondusif dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Mahasiswa berjanji akan terus mengawal proses ini hingga ada kejelasan dari pemerintah pusat dan penuntasan kasus kematian Affan.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep