BeritaMigas

SKK Migas Bahas Penguatan Komunikasi Publik di Tengah Dinamika Transi Energi

Avatar
×

SKK Migas Bahas Penguatan Komunikasi Publik di Tengah Dinamika Transi Energi

Sebarkan artikel ini

Mediapribumi.id, Yogyakarta — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menegaskan pentingnya kemitraan dengan media dalam menyediakan informasi akurat kepada masyarakat terkait kontribusi industri hulu migas.

Hal itu disampaikan dalam Lokakarya Media yang digelar di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (16/09/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 pemimpin redaksi serta ketua asosiasi wartawan dan media di wilayah Jabanusa.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi (Prokom) SKK Migas, Heru Setyadi, mengatakan bahwa industri hulu migas memiliki posisi yang sangat penting karena energi merupakan kebutuhan dasar yang menopang ketahanan nasional sekaligus penerimaan negara untuk menggerakkan roda perekonomian.

“Migas memiliki posisi yang sangat penting, karena energi menjadi kebutuhan. Ketahanan energi dan kontribusinya pada negara sangat berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Heru.

Ia menambahkan, di tengah dinamika transisi energi saat ini, kebutuhan akan peningkatan pemahaman publik terhadap sektor hulu migas juga semakin mendesak. Menurutnya, pemahaman yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Informasi yang disediakan oleh media akan menjadi afirmasi bagi industri hulu migas secara utuh,” kata Heru, dihadapan insan pers Jabanusa.

Heru mengungkapkan, industri hulu migas selama ini relatif jarang dibicarakan publik karena berada di belakang industri hilir yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, kerap memunculkan ekspektasi yang berlebihan terhadap sektor ini.

“Kami melihat ada yang over ekspektasi. Pertemuan ini menjadi penting untuk membicarakan hal ini, sehingga ada persepsi yang sama,” ujarnya.

Ia menegaskan, hubungan antara industri hulu migas dan media tidak sebatas posisi media sebagai penyampai berita dari narasumber, melainkan sebagai mitra. Media, lanjutnya, berperan menginformasikan kepada masyarakat mengenai kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasi hulu migas.

Heru memaparkan sejumlah karakteristik khas industri hulu migas, yakni sifatnya yang tak terbarukan, membutuhkan modal besar, teknologi tinggi, tenaga kerja andal, serta memiliki risiko tinggi. Karakteristik tersebut, katanya, membutuhkan dukungan luas dari berbagai pihak karena kesalahan dalam pengelolaannya berisiko besar.

“Dukungan media mempermudah komunikasi dengan masyarakat terkait manfaat industri hulu migas. Jika masyarakat tidak mendukung, kegiatan operasi bisa terhenti,” tegasnya.

Ia menambahkan, dukungan masyarakat sangat diperlukan, dan media menjadi jembatan komunikasi antara industri dengan publik.

“Kemitraan yang baik antara SKK Migas dan media tidak hanya terletak pada penyampaian informasi, tetapi juga pada terbangunnya pemahaman yang sama dan kepercayaan di antara kedua belah pihak, sehingga sajian informasi menjadi utuh dan tepat di publik,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *