Mediapribumi.id, Yogyakarta — Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) kembali memperluas jangkauan pasar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaannya. Kali ini, salah satu produk olahan mitra binaan perusahaan tampil dalam Lokakarya Media SKK Migas Perwakilan Jabanusa bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yang digelar di Hotel Tentrem, Kecamatan Jetis, Yogyakarta, Selasa hingga Kamis (15-17/09/2026).
Acara yang diikuti awak media dan sejumlah KKKS se-wilayah Jabanusa itu turut menghadirkan 14 UMKM binaan dari berbagai KKKS. Produk-produk tersebut berasal dari daerah operasi masing-masing perusahaan migas, mulai dari Sumenep, Sampang, Gresik, Bojonegoro, hingga Blora.
Dari sekian banyak stan yang disediakan panitia, HCML menghadirkan UMKM “GHE-IK Bintang” asal Kabupaten Sampang, yang memproduksi minuman berbahan dasar jahe dan kopi black garlic.
Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari, mengatakan UMKM binaannya sudah hadir sejak hari pertama acara untuk mempersiapkan produk terbaik yang akan dipamerkan.
“Pendampingan yang kami berikan mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga pemasaran,” kata Hamim.
Menurutnya, keikutsertaan dalam pameran semacam ini menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperluas pasar produk binaan sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM menjelaskan langsung kualitas produknya kepada pengunjung.
Hamim menambahkan, pendampingan terhadap UMKM lokal sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir, dan sempat ditingkatkan secara maksimal selama masa pandemi Covid-19.
“Terutama di masa pandemi Covid-19, kami memaksimalkan pendampingan terhadap UMKM binaan saat itu,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak UMKM binaan HCML yang mencapai kemandirian ekonomi, khususnya di wilayah operasi produksi perusahaan. Menurutnya, sejumlah UMKM binaan saat ini bahkan sudah mampu menemukan pasarnya sendiri, meski perusahaan tetap membantu memperluas pengenalan produk karena banyak konsumen yang mulai mengakui kualitas dan citarasanya.
Ia menegaskan, peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus program pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM) HCML, yang lebih diarahkan pada pendampingan UMKM.
“Kami ingin masyarakat memiliki kemandirian ekonomi, bahkan sampai kami selesai masa kontrak di wilayah tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Owner UMKM GHE-IK Bintang, Junaidi Hadi, mengatakan pendampingan dari HCML sudah ia terima sejak 2021, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran.
“Pembinaan tetap dilakukan SKK Migas, khususnya HCML sampai sekarang,” katanya.
Selain pelatihan, UMKM “GHE-IK Bintang” juga mendapat bantuan peralatan dan rumah produksi dari SKK Migas-HCML. Kini, usaha tersebut mulai merambah strategi pemasaran digital.
Junaidi menuturkan, produk pertama yang ia kembangkan adalah aneka minuman berbahan dasar jahe, sebelum kemudian menambah varian kopi black garlic.
“Produk kami terus dipasarkan lebih luas. Beberapa waktu lalu, kami diajak mempromosikan produk hingga ke Jakarta, dan sekarang pameran di Yogyakarta,” tuturnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













