Berita

KNPI Sumenep Apresiasi Operasi Gabungan Rokok Ilegal

Avatar
×

KNPI Sumenep Apresiasi Operasi Gabungan Rokok Ilegal

Sebarkan artikel ini
KNPI Sumenep Apresiasi Operasi Gabungan Rokok Ilegal
Ketua DPD KNPI Sumenep, Khairul Umam. (Foto; Dokumen Pribadi).

Mediapribumi.id, Sumenep — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sumenep menyambut baik operasi gabungan pemberantasan rokok ilegal yang digelar di Kabupaten Sumenep. Organisasi kepemudaan itu berharap penindakan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dijalankan terus-menerus dan menjangkau wilayah pedesaan.

Operasi tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Bea Cukai, kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kini operasi memasuki hari kedua. Pada hari pertama, petugas menyita lebih dari 90 ball rokok ilegal di kawasan Terminal Arya Wiraraja.

Ketua DPD KNPI Sumenep, Khairul Umam, menyebut temuan itu sebagai sinyal bahwa peredaran rokok ilegal di daerah ini tergolong serius dan perlu ditangani sungguh-sungguh.

“Kami mengapresiasi langkah operasi gabungan ini. Hasil pada hari pertama menunjukkan persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele. Penanganannya harus serius, terukur, dan berkesinambungan,” katanya, Selasa (20/10/2026).

Ia menilai operasi gabungan memang penting untuk menekan peredaran barang ilegal. Namun, menurutnya, keberhasilan tidak bisa hanya dilihat dari banyaknya barang sitaan dalam satu atau dua hari.

Ia menekankan perlunya strategi yang konsisten, pengawasan berlapis, dan pemetaan jalur distribusi agar jaringan peredaran yang lebih luas bisa terjangkau.

KNPI Sumenep pun mendorong operasi serupa digelar secara rutin, dengan pengawasan yang diperluas ke tingkat kecamatan hingga desa. Menurut organisasi ini, sasaran pemberantasan semestinya tidak terbatas pada titik penjualan, tetapi juga rantai distribusi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peredarannya, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jangan sampai operasi ini hanya ramai saat pelaksanaan lalu sepi setelahnya. Kami berharap ada pengawasan berkelanjutan dengan jangkauan lebih luas sampai ke desa. Hasil di hari pertama harus jadi bahan evaluasi dan dasar untuk memperkuat penindakan berikutnya,” tegasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *