Mediapribumi.id, Sumenep — Fenomena panas menyengat di siang hari akhir-akhir ini di Sumenep merupakan hal normal, dan kerap terjadi saat pergantian musim.
Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Trunojoyo, Kalianget, Usman Kholid, fenomena ini sering terjadi saat masa pergantian musim.
“Fenomena ini sering terjadi di setiap tahunnya saat mau pergantian musim,” kata Kholid, Sabtu (12/10/2024).
Lebih lanjut Kholid melihat, suhu panas di siang hari saat musim kemarau, bisa mencapai 34.6 derajat celcius.
Hal itu, kata dia, menyebabkan berkurangnya keberadaan awan dan membuat hawa yang mengenai tubuh semakin menyengat.
“Awan di musim kemarau ini semakin tipis sehingga sinar matahari langsung menyinari dan menyentuh pada kulit kita dan terasa panasnya menyengat,” ujarnya.
Disamping itu, pergeseran matahari ke arah selatan di siang hari juga mengakibatkan posisi matahari menjadi lurus dengan manusia.
Kendati demikian, diringa menyebut hal itu tidak perlu dikhawatirkan, karena tak memberikan dampak yang menakutkan.
“Meskipun fenomena panas menyengat di siang hari ini tidak perlu dikuatirkan karena tidak ada dampak khusus yang ditakutkan, namun saya berharap masyarakat tetap selalu menjaga imunitas tubuh,” tuturnya.
Kholid memaparkan, ada beberapa cara untuk menjaga imunitas tubuh, bisa dengan mengkonsumsi asupan makanan dan minuman nutrisi. Kemudian apabila keluar rumah di siang hari untuk memakai pelindung tubuh agar tidak terjadi kontak langsung dengan sinar matahari.
Selanjutnya, dirinya juga mengimbau masayrakat untuk tidak membakar sampah sembaranga, sebab di hari yang panas hal tersebut bisa memicu keadaan yan tak diinginkan bersama.
“Seperti terjadinya kebakaran sebab sekarang ini udara masih kencang menjadi api akan menjadi lebih besar. Untuk itu saya berharap masyarakat tetap tenang melaksanakan aktivitas seperti biasanya,” tukasnya.













