BeritaPendidikan

Mahasiswa Unija Madura Lulus Tanpa Skripsi, Besok Akan di Yudisium

Avatar
1212
×

Mahasiswa Unija Madura Lulus Tanpa Skripsi, Besok Akan di Yudisium

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unija Madura Lulus Tanpa Skripsi, Besok Akan di Yudisium
Nur Chairani, Mahasiswa Fisip Unija Madura.

Mediapribumi.id, Sumenep — Nur Chairani, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wiraraja (Unija) Madura, mencetak prestasi akademik yang membanggakan. Ia berhasil menuntaskan studinya tanpa menyusun skripsi, setelah hasil penelitiannya berhasil menembus jurnal ilmiah nasional terakreditasi Sinta 3.

Riset Chairani berjudul “Perceptions and Support of the Muslim Community Towards the Development of Marine Halal Tourism” atau “Persepsi dan Dukungan Masyarakat Muslim Terhadap Pengembangan Wisata Halal Bahari”, dinilai memiliki kontribusi akademik yang signifikan serta relevansi kuat terhadap isu kepariwisataan berbasis nilai-nilai Islam.

Dengan kualitas ilmiah yang memenuhi standar nasional, pihak kampus memutuskan untuk memberikan persetujuan agar publikasi ilmiah tersebut dijadikan sebagai pengganti skripsi, sesuai dengan kebijakan akademik di Unija.

“Awalnya saya tidak menyangka bisa menembus jurnal terakreditasi nasional. Tapi dengan bimbingan dan dorongan dari dosen, saya semakin yakin. Alhamdulillah, ini menjadi jalan saya untuk lulus,” ungkap Chairani.

Dalam penelitiannya, Chairani melakukan riset langsung di tiga kabupaten di Pulau Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Ia mengkaji bagaimana persepsi dan dukungan masyarakat Muslim terhadap konsep wisata halal bahari, yang kini mulai dikembangkan sebagai bagian dari industri pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Keberhasilan wisata halal tidak cukup hanya dari regulasi atau penyedia layanan, tetapi juga harus mendapat dukungan dan partisipasi dari masyarakat lokal. Itu yang saya coba buktikan lewat penelitian ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Chairani memang telah aktif dalam dunia literasi. Ia pernah menerbitkan buku antologi puisi berjudul “Kala Rindu” pada tahun 2022. Namun, publikasi jurnal ilmiah ini menjadi langkah barunya dalam dunia akademik.

Sementara itu, Dr. Mohammad Hidayaturrahman, dosen FISIP Unija Madura sekaligus dan pembimbing akademik Nur Chairani, memberikan apresiasi atas capaian luar biasa mahasiswanya, yang berhasil mempublikasikan hasil riset pada jurnal ilmiah terindeks sinta 3.

“Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa, terutama bagi seorang mahasiswa yang masih berada dalam proses pembentukan jati diri intelektual,” kata Hidayaturrahman.

Ia menilai, apa yang dilakukan Chairani bukan hanya membuktikan kemampuan akademiknya, tetapi juga menunjukkan kedewasaan berpikir dan kepedulian terhadap isu-isu strategis di daerah.

Tidak hanya itu, menurut Hidayat, topik riset yang diangkat tentang persepsi dan dukungan masyarakat Muslim terhadap pengembangan wisata halal sangat relevan dengan konteks lokal Madura yang religius.

“Nilai-nilai religiusitas yang kuat di Madura berpadu dengan semangat membangun ekonomi daerah. Chairani berhasil menangkap dan mengangkat hal ini dalam sebuah riset yang berbobot dan berdampak,” jelasnya.

Dr. Hidayaturrahman juga menyoroti ketekunan dan dedikasi tinggi Chairani dalam proses riset. Ia melakukan observasi dan wawancara langsung di tiga lokasi wisata di Madura: Pantai Lombang di Sumenep, Talang Siring di Pamekasan, dan Pantai Camplong di Sampang.

“Dia berkali-kali turun ke lapangan, mengumpulkan data secara serius, dan menyusunnya dalam kerangka ilmiah yang solid. Ini bukan hanya soal lulus tanpa skripsi, tapi tentang bagaimana sebuah riset bisa menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan daerah,” paparnya.

Sebagai pembimbing, Dr. Hidayaturrahman berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk lebih serius menekuni riset, tidak hanya sebagai syarat akademik, tetapi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan pengetahuan.

“Ini bukan sekadar kelulusan, tapi bukti bahwa mahasiswa daerah juga bisa berkontribusi dalam wacana ilmiah nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.

Sebagai informasi, bahwa Nur Chairani, besok pada tanggal 28 Agustus akan di yudisium, pukul.13.00 WIB di Universitas Wiraraja Madura.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep