BeritaMigas

Investasi Hulu Migas RI Melejit: Semester I 2025 Tembus Rp 118 Triliun

Avatar
504
×

Investasi Hulu Migas RI Melejit: Semester I 2025 Tembus Rp 118 Triliun

Sebarkan artikel ini
Investasi Hulu Migas RI Melejit: Semester I 2025 Tembus Rp 118 Triliun
Konferensi pers SKK Migas di Jakarta, Senin (21/07/2025).

Mediapribumi.id, Jakarta — Industri hulu minyak dan gas bumi nasional menunjukkan geliat yang makin menjanjikan. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mencatat capaian luar biasa pada Semester I 2025, dengan realisasi investasi mencapai US$ 7,19 miliar atau sekitar Rp 118 triliun.

Angka ini naik tajam 28,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$ 5,59 miliar.

Tak hanya itu, outlook hingga akhir tahun 2025 pun diperkirakan akan terus membubung tinggi. SKK Migas memproyeksikan total investasi tahun ini berada di kisaran US$ 16,5 miliar hingga US$ 16,9 miliar, melewati capaian 2024 sebesar US$ 14,4 miliar.

Menurut Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, jika terealisasi, angka ini akan menjadi investasi hulu migas terbesar dalam satu dekade terakhir, bahkan melampaui rekor tahun 2015 sebesar US$ 15,3 miliar.

“Upaya memperbaiki iklim investasi hulu migas yang dilakukan oleh Pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada investor, mengenai masa depan industri hulu migas yang semakin menarik,” kata Djoko Siswanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/07/2025).

Ia menegaskan, sektor hulu migas kini menjadi pilar penting ketahanan energi nasional sebagaimana dituangkan dalam Program ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto.

Djoko juga menyoroti, peningkatan daya saing investasi hulu migas yang tercermin dari naiknya skor investor attractiveness versi S&P Global menjadi 5,35 di tahun 2025. Pihaknya meyakini, angka ini konsisten meningkat sejak titik terendah pada 2021 yang berada di bawah 4,75.

“Peningkatan ini ditopang oleh penemuan-penemuan besar hulu migas di 2023 dan 2024, serta berbagai insentif dari pemerintah seperti PSC New Gross Split, penghapusan PPN LNG, hingga pembangunan infrastruktur gas. Kini tak ada lagi istilah ‘lapangan tidak ekonomis’,” jelasnya.

Disamping itu, Djoko menggambarkan, bahwa meningkatnya investasi membawa dampak positif pada aktivitas pengeboran dan produksi.

“Hingga Juni 2025, sebanyak 409 sumur pengembangan telah dibor, naik 14 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Aktivitas workover juga meningkat 6 persen dengan 517 sumur, dan well service naik 12 persen dengan total 20.644 kegiatan,” paparnya.

Kemudian, dari sisi eksplorasi, tren investasi juga tak kalah menggembirakan. Dari US$ 0,5 miliar pada 2020, investasi eksplorasi meningkat menjadi US$ 1,3 miliar di 2024 dan diperkirakan mencapai US$ 1,5 miliar pada 2025, menjadikan investasi eksplorasi terbesar dalam 10 tahun terakhir.

Sebagai strategi, menarik kembali para big player, SKK Migas selama 2023–2025 telah aktif melakukan investor engagement dan menghasilkan 40 kegiatan joint study untuk 16 blok baru.

“Sebagian besar dilakukan di wilayah Indonesia Timur, dengan menggandeng perusahaan kelas dunia seperti ENI, Petronas, Inpex, Sinopec, BP, Total Energies, CNOOC, PetroChina, Kufpec, dan Woodside Energy,” tukasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep